#DaftarPutar, part three: comfortable songs from 1997

TIDAK bisa tidak, selain momen di mana Juventus merajai Serie A Italia untuk ke-24 kalinya, topik yang selalu ada di kepala saya ketika mengingat-ingat dan membincangkan tahun 1997 adalah OK Computer (1997), sebuah konsep album dari Radiohead dengan tema yang merefleksikan ketakutan dan kegelisahan terhadap sebuah dunia yang bakal dijalankan oleh komputer dan diungkapkan secara…

Bahwa keheningan hanyalah persepsi

PADA tahun 1952, John Cage — filsuf sekaligus komposer asal Amerika Serikat — melakukan sebuah proyek observasi untuk menjawab rasa penasarannya terhadap konsep keheningan atau kesunyian atau ketiadaan bunyi/suara. Cage melakukan observasi dengan mendatangi tempat-tempat yang diharapkan bisa membuktikan adanya keheningan, namun dia malah mendapatkan hasil yang tidak diharapkannya. Dalam proyeknya itu, Cage menemukan bahwa…

#DaftarPutar, part two: acquiesce anything that has passed

DESEMBER sudah nyaris habis. Kontemplasi coba dilakukan, resolusi kemudian dikoar-koarkan. Semuanya bertekad menjadi pribadi yang baru dan lebih baik dari sebelumnya, namun sepertinya tidak ada yang cukup berani (atau sinting) untuk mencoba menjadi berbeda dari kebanyakan, untuk sesekali melenceng dari kewajaran dan rutinitas harian — meski cuma sebentar saja. Semuanya mencoba melupakan setiap rasa sakit…

Belle and Sebastian: “Girls in Peacetime Want to Dance” (2015)

TUJUH tahun adalah periode lamanya waktu vokalis Belle and Sebastian, Stuart Murdoch, menderita sindrom kelelahan kronis, sebuah penyakit menyusahkan yang tidak bisa disembuhkan dengan penanganan medis yang sepele. Sindrom kelelahan kronis membikin penderitanya merasa lelah sepanjang waktu, namun tidur atau istirahat tidak banyak membantu untuk menghilangkannya; penderita sindrom ini tidak sanggup melakukan pekerjaan satu pun…

#DaftarPutar, part one: 30 Day Music Challenge

BELAKANGAN ini banyak sekali tagar challenge di media-sosial, salah satunya adalah #30DayMusicChallenge ini. Entah siapa yang pertama kali memulai tagar challenge yang satu ini, namun yang jelas banyak kawan saya yang ikut menyemarakkannya — berbagai judul lagu pun akhirnya seliweran di timeline akun media-sosial saya. Dan, entah apa yang ada di dalam batok kepala mereka,…

Efek Rumah Kaca: “Sinestesia” (2015)

PADA pertengahan Desember tahun kemarin, ketika 2015 sudah bersiap menutup dirinya sendiri bersama segala macam kenangan yang telah terlewati, Efek Rumah Kaca — unit musik yang digawangi oleh Cholil Mahmud, Akbar Bagus Sudibyo, dan Adrian Yunan Faisal — merilis album ketiganya dalam tajuk Sinestesia tanpa pengumuman, tanpa ingar-bingar, tanpa perayaan yang dilebih-lebihkan. Ini merupakan album…

Radiohead: “Hail to the Thief” (2003)

ALBUM keenam Radiohead yang bertajuk Hail to the Thief adalah karya musik anak zamannya sendiri, sebuah masterpiece yang dilahirkan dengan ciri dan kemarahan yang khas pada momen itu: direkam pada akhir tahun 2002, ketika Pemerintahan Inggris dan Amerika Serikat sedang mempersiapkan tentaranya untuk menyerbu Irak di mana Thom Yorke — vokalis Radiohead yang punya postur…

Godspeed You! Black Emperor: “Asunder, Sweet and Other Distress” (2015)

Dimulai dengan semacam upaya untuk mengumpulkan kekuatan magis dengan khidmat: thunderous guitars, summoning drums, dan acquiescent violin. Kemudian salah satu gitar mencoba untuk mengambil-alih kendali, namun gitar lainnya menolak; melodi nakal mulai terdengar, bercampur dengan alunan nada khas Timur Tengah; kemudian disusul suara lainnya, feminin dan rekonsiliasi, mencoba mengurangi ketegangan. Lantas suara gitarnya kembali tenang,…

Cabrini Asteriska Widiantini: “Distance” (2015)

BARU kemarin malam saya akhirnya memantapkan diri untuk mengunduh debut album Cabrini Asteriska Widiantini bertajuk Distance setelah terhipnotis oleh suara merdunya di akun Soundcloud miliknya sejak dua tahun yang lalu. Mustahil rasanya untuk tidak terhanyut dalam suara seorang bidadari macam Asteriska ini, dan ketika untuk pertama kalinya mendengarkan delapan materi di album perdananya kemarin malam,…

Radiohead: “A Moon Shaped Pool” (2016)

RADIOHEAD, yang menamai album studio kesembilannya dengan A Moon Shaped Pool, memiliki pemahaman unik perihal betapa mudahnya keistimewaan bisa tergelincir menjadi banalitas. Musik Radiohead terobsesi dengan titik di mana kebenaran mengeras menjadi omong kosong klise, di mana kemurnian sengaja ditabrakkan dengan kepedihan dan keputus-asaan. Thom Yorke telah membumbui lirik-liriknya dengan klise harian yang menyiratkan bahwa…

Kurt Cobain: “Montage of Heck: The Home Recordings” (2015)

MENANGGAPI respons positif terhadap film dokumenter terbarunya, Kurt Cobain: Montage of Heck (2015), Brett Morgen merilis Montage of Heck: The Home Recordings yang berisikan materi home recording Kurt Cobain antara tahun 1987 sampai 1994. Morgen dalam satu wawancara menegaskan bahwa album ini bukan hanya sekadar album kompilasi, melainkan juga “sebuah konsep album tentang perjalanan dan…

Efek Rumah Kaca: “Pasar Bisa Diciptakan” (2015)

UNIT musik bernama Efek Rumah Kaca yang digawangi oleh Cholil Mahmud, Akbar Bagus Sudibyo, dan Adrian Yunan Faisal terbentuk pada tahun 2005 silam dengan dua rilisan album bertajuk Efek Rumah Kaca (2007) dan Kamar Gelap (2008). Saya sudah lupa di mana dan kapan pertama kalinya mendengarkan lagu-lagu dari Efek Rumah Kaca, namun yang masih jelas…