Frau: “Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa” (2010)

Di gigir yang curam dan dunia tertinggal
gelap membeku, sungguh
peta melesap dan udara yang terbakar, jauh.

LANTUNAN melodi piano membuka Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa dengan lirih, kelam, mistis, pedih, dan sendu sesendu-sendunya. Frau, yang berduet dengan Ugoran Prasad (vokalis Melancholic Bitch), saling bersahutan dengan penuh khidmat menyanyikan bait demi bait lirik lagu ini — seperti ingin meyakinkan bahwa mencintai (dan dicintai) mampu meniadakan “Aku”, “Kamu”, dan gravitasi, dengan hanya menyisakan “Kita”.

Pandora itu kembali terbuka, berbagai ingatan dari zaman yang telah usang saling sikut sekenanya di depan mata. Tentang pasangan kekasih yang mencoba mencurangi keadaan, perihal dua insan yang mencoba mengakali kenyataan: “Kita”. Pada senja, “Kita” menitipkan remah rindu dan potongan terakhir dari harapan yang tersisa di atas meja.

“Kita” terhempas cahaya, membias di udara. Jalan pulang yang menghilang — tertulis dan menghilang — sebab “Kita” telah bercinta di luar angkasa. Entah-berantah masih menyisakan sepenggal cerita.

“Kita”. []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s