Chumbawamba: “Pictures of Starving Children Sell Records” (1986)

SATU dekade sebelum merilis Tubthumping, sebuah lagu tentang konsumsi alkohol tanpa henti yang membikin stadion olahraga di seluruh dunia bergemuruh dan berjoget dalam iringan irama musik dance-pop (yang sekaligus juga membuka pintu popularitas dan kesuksesan mainstream), Chumbawamba masih bergelut dalam scene kultur-tandingan di Inggris. Pada tahun 1986, ketika seluruh dunia merayakan tampilan baru dan lebih segar dari musik rock yang dibungkus dengan kepedulian terhadap permasalahan kemiskinan dan kelaparan penduduk negara Dunia Ketiga, Chumbawamba — sebuah grup musik anarkis asal Kota Leeds, Inggris — secara terang-terangan melemparkan kritik dan menunjukkan inkonsistensi di balik sikap peduli para rocker dunia saat itu melalui album perdananya yang bertajuk Pictures of Starving Children Sell Records.

Dalam materi pembuka album berjudul How to Get Your Band on Television, Chumbawamba mengkritik teknik promosi yang menggunakan cara mengeksploitasi kesengsaraan orang lain demi profit pribadi yang dilakukan oleh Keith Richards, Cliff Richard, Freddie Mercury, Paul McCartney, Mick Jagger, dan David Bowie, serta menyindir habis-habisan Queen yang menggelar konser di apartheid Afrika Selatan. Dan untuk mengkritik konser Live Aid serta kemunafikan Band Aid, lagu ini ditulis ulang (dengan menambahkan kritik terhadap Johnny Rotten, Axl Rose, dan Michael Jackson) dan dirilis dengan judul Slag Aid di album Showbusiness! pada tahun 1994. Target lain yang tidak luput dari kritik pedas Chumbawamba di album ini adalah perusahaan multinasional, kelompok apartheid, dan budaya imperialisme Eropa.

Di album perdananya ini, Chumbawamba memadukan lirik yang berisikan sindiran, kritik, kecaman, dan ejekan dengan suara musik yang bervariasi, mulai dari punkthrash, jazz, sampai sentuhan akustik-folk. Ini merupakan pendekatan dan konsep yang sepenuhnya berbeda dengan grup musik anarcho-punk lainnya pada pertengahan ‘80an.

Untuk sebuah karya musik yang terinspirasi oleh kekaguman terhadap Crass dan keprihatinan terhadap eksploitasi komersial yang dilakukan oleh manusia, serta dirilis pertama kali pada dua dekade silam, sepuluh materi di album ini masih mampu memberikan sesuatu yang menghibur, mengejutkan, dan easy-listening di kuping meski diputar pada zaman sekarang ini. Sangat pas untuk menemanimu menyelesaikan delapan jam penuh kebosanan saat membudak. []

* * * * *

— Daftar Lagu Pictures of Starving Children Sell Records
1) How to Get Your Band on Television
2) British Colonialism and the BBC
3) Commercial Break
4) Unilever
5) More Whitewashing
6) An Interlude: Beginning to Take It Back
7) Dutiful Servants and Political Masters
8) Coca-Colanisation
9) …And in a Nutshell
10) Invasion

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s