Radiohead: “OK Computer” (1997)

THOM Yorke selamat dari kematian grunge di pertengahan ‘90an dengan seluruh kecemasan dan kekecewaannya. Sejak saat itu, (musikalitas) Yorke dan band-nya, Radiohead, terus berproses menuju sesuatu yang bisa dibilang rumit namun terdengar lebih syahdu, lebih matang, dan lebih brilian. Radiohead merupakan salah satu grup musik berbasis distorsi gitar dari era ‘90an yang telah mengalami pertumbuhan dengan pesat. Dalam single komersial pertama mereka, Creep, Radiohead terdengar (dan terlihat) seperti lima remaja dari neraka paling jahanam yang sangat ingin menjadi seperti Nirvana: dinamika suara musik dari kombinasi loud/soft dan lirik yang menertawakan diri sendiri. Dan ketika untuk pertama kalinya mendengarkan album ketiga dari Radiohead berjudul OK Computer — sebuah album art rock yang menakjubkan — pada tahun 2006 silam (sembilan tahun setelah album ini dirilis), saya seperti diajak untuk memahami evolusi dramatis mereka. Dan sejak saat itu, OK Computer tidak pernah lepas dari playlist yang saya putar sampai hari ini dan berjuta-juta detik lagi setelah ini.

Dalam sebuah retrospeksi, benih dari sebuah grup musik untuk menjadi sesuatu yang luar biasa telah tertanam begitu dalam sejak awal kemunculan mereka. Album Pablo Honey (1993) merupakan benih Radiohead. Dengan karakter vokal falsetto milik Yorke dan kecakapan instrumental dari anggota band yang lain, Radiohead merawat benih mereka untuk menciptakan album kedua yang lebih ambisius dalam tajuk The Bends (1995) — mengukir ekspresi dari konflik batin mereka ke dalam sebuah perenungan universal tentang penderitaan primordial yang dialami oleh manusia seiring dengan berjalannya sang waktu. The Bends berisikan materi lagu yang begitu kuat dan Radiohead memperluas palet mereka dengan menambahkan suara gitar psychedelic dan nuansa glam rock, serta beberapa sentuhan elektronik.

Lantas Radiohead semakin mengembangkan ide yang mereka mainkan di album sebelumnya dan semakin berani mengekspresikan ide-ide tersebut. Pada saat mereka bisa “bermain aman” di industri musik global dengan menjual jiwa psychedelic dan rock ‘n’ roll, Radiohead malah lebih memilih untuk merilis sebuah konsep album dengan tema yang merefleksikan ketakutan dan kegelisahan terhadap sebuah dunia yang bakal dijalankan oleh komputer dan diungkapkan secara bertahap dengan sinis dan khidmat dalam 12 materi lagu di OK Computer. Dari riif gitar yang terasa mengancam milik Jonny Greenwood ketika memperkenalkan lagu pembuka, Airbag, sampai permohonan rapuh dari Yorke pada materi terakhir di album ini, The Tourist, masing-masing lagu memiliki maknanya sendiri namun saling berhubungan dan terjalin menjadi satu dengan begitu syahdu untuk mengungkapkan pesan spiritual yang ingin disampaikan oleh album ini secara keseluruhan.

Dalam lagu Paranoid Android, vokal khas milik Yorke dikombinasikan dengan instrumen elektronik dan akustik serta lirik satire macam “ambition makes you look pretty ugly” — sebuah perpaduan sempurna yang mengajak setiap pendengarnya untuk menyesatkan diri ke dalam sebuah dimensi entah-berantah. Sementara perubahan tempo yang kompleks, musik kor kuno, struktur melodik yang luar biasa nikmat, dan sentuhan disonansi mengiringi lagu ini menuju konklusinya, di mana Yorke menyanyikan bait “god loves his children” dengan nada suara memelas.

Exit Music (For a Film), yang ditulis berdasarkan pada tragedi Romeo and Juliet, terdengar bening sekaligus suwung di mana Yorke menyanyikan bait demi bait liriknya seolah ingin meyakinkan bahwa pintu terakhir yang tersisa hanyalah tinggal penyangkalan terhadap kebijaksanaan dan aturan yang ada. Sementara musiknya, dari awal hingga bagian akhir lagu, menggantungkan atmosfer kepedihan yang tidak kunjung luruh: sepenuhnya tragedi.

Sementara Karma Police dibangun di atas struktur yang tidak lazim karena tidak adanya bagian yang menunjukkan verse dan chorus lagu. Diawali dengan kombinasi suara gitar akustik dan dentingan piano dalam dua siklus yang berurutan, kemudian bertransisi ke bagian bergaya orkestra di mana lirik “for a minute there, I lost myself, I lost myself” dinyanyikan berulang-ulang, lagu ini diakhiri dengan cara yang sama sekali berbeda di mana suara efek delay dari gitar Ed O’Brien memberikan feedback yang melegakan.

Radiohead, terinspirasi oleh buku Manufacturing Consent karya Edward S. Herman dan Noam Chomsky, mengekspresikan sikap sinis mereka terhadap dunia politik dalam lagu Electioneering: materi paling ngerock di album ini di mana musiknya penuh dengan suara distorsi gitar bercampur dengan cowbell.

Lagu favorit saya dalam album ini, No Surprises, yang selalu bisa membikin saya merinding dalam perasaan gairah dan kecemasan pada waktu yang bersamaan, disusun dalam kombinasi glockenspiel, gitar elektrik dan akustik, serta harmoni vokal yang terasa syahdu, magis, dan menenangkan. Sedangkan lirik lagunya menggambarkan tentang ketidak-puasan terhadap tatanan sosial dan politik kontemporer yang membikin seseorang kehilangan kontrol penuh dalam kehidupannya sendiri dan akhirnya memilih untuk melakukan bunuh diri.

Airbag mencoba untuk mengingatkan tentang ilusi keamanan yang ditawarkan oleh kendaraan modern, sedangkan Lucky adalah bentuk kegelisahan Yorke mengenai sistem transportasi modern. Subterranean Homesick Alien bercerita perihal seseorang yang berfantasi diculik oleh alien. Dalam Let Down, Yorke berceloteh perihal kepalsuan emosi dan kehampaan dalam kehidupan modern. Album art rock keren ini diakhiri dengan The Tourist yang ditulis oleh Yorke dan Greenwood sebagai sindiran untuk gaya hidup manusia modern yang serbacepat dan terlampau melelahkan. Sebuah konklusi — dengan lirik humor hitam khas Yorke — yang terasa begitu manis, untuk mengingatkan saya agar sedikit lebih santai dan mulai menikmati setiap momen kemenjadian dalam hidup: “Hey man, slow down | Slow down || Idiot, slow down | Slow down.

OK Computer lebih dari sekadar kumpulan lagu. Album ini adalah sebuah karya seni adiluhung yang memiliki kualitas (musik dan lirik) surealis dan sinematik dari sebuah grup musik rock yang tidak pernah takut untuk mengeksplorasi dan berproses menjadi suatu kemenjadian yang betul-betul ilahi. (Dari sini, Radiohead terus-menerus mencoba mendobrak setiap batasan yang ada.)

Syahdu. Jenius. Elegan. Elok. Eksperimental. Artistik.

Dengan kegelisahan dan berbagai macam kejutan yang terasa manis betul.

Mendengarkan album ini adalah pengalaman yang begitu menyenangkan, menggairahkan, dan mengasyikkan tanpa perlu tertawa — serta mampu menghadirkan perasaan takjub berulang kali. Semacam fase perulangan abadi di mana kamu, puan betina, selalu bisa membikin saya jatuh cinta (dan mengamini kegelisahan di saat yang nyaris bersamaan) pada keteduhan mata dan kerenyahan senyum senjamu berkali-kali dengan gairah berahi yang tidak pernah habis — terus-terusan mengalir begitu saja tanpa harus dijajah tujuan atau bahkan harapan. (Tanpa perlu membunuh apa pun, kecuali waktu.) []

* * * * *

— Daftar Lagu OK Computer
1) Airbag
2) Paranoid Android
3) Subterranean Homesick Alien
4) Exit Music (For a Film)
5) Let Down
6) Karma Police
7) Fitter Happier
8) Electioneering
9) Climbing Up the Walls
10) No Surprises
11) Lucky
12) The Tourist

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s