Radiohead: “A Moon Shaped Pool” (2016)

RADIOHEAD, yang menamai album studio kesembilannya dengan A Moon Shaped Pool, memiliki pemahaman unik perihal betapa mudahnya keistimewaan bisa tergelincir menjadi banalitas. Musik Radiohead terobsesi dengan titik di mana kebenaran mengeras menjadi omong kosong klise, di mana kemurnian sengaja ditabrakkan dengan kepedihan dan keputus-asaan. Thom Yorke telah membumbui lirik-liriknya dengan klise harian yang menyiratkan bahwa pikiran manusia modern telah penuh-sesak dengan data-data yang tidak bermakna, namun di album ini, dia seolah-olah telah bergerak melampaui sinismenya sendiri. Yorke sekarang lebih memilih untuk memikirkan dan mempertimbangkan kebenaran yang lebih sederhana dalam daftar yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya: ketakjuban dan kekaguman. “This goes beyond me, beyond you,” Yorke melantunkannya dengan lirih dalam lagu Daydreaming. “We are just happy to serve you.” Berbeda dengan yang sudah-sudah, kali ini Yorke tidak menyembunyikan pisau cukur di bawah lidahnya — serta tidak menempatkan belati di antara keindahan musik yang mengiringinya — ketika menawarkan pemikiran ini. Bagi saya, Daydreaming terdengar seperti jiwa manusia yang paling tertutup dan terisolasi dalam musik rock modern yang mulai membuka diri dan mengakui ketidak-berdayaan yang jauh lebih personal ketimbang yang pernah dilakukannya. Sebelum ini, Yorke sudah pernah bermain-main dengan penyerahan diri, dan di A Moon Shaped Pool, penyerahan diri itu terasa memasuki bagian klimaksnya yang nyaris selesai.

Album ini dibingkai oleh dua materi lawas yang bertindak sebagai gerbang menuju perairan yang lebih gelap, lebih dalam, dan lebih asing. Burn the Witch, yang menjadi pembuka album ini, telah melayang-layang dalam beberapa bentuk lain sejak Radiohead merilis Kid A pada tahun 2000 silam. “This is a low-flying panic attack,” Yorke mengabarkan (dan secara eksplisit menghubungkannya dengan) masa-masa buruk yang telah lalu dari “gerombolan serigala di depan pintu”, “paru-paru besi”, dan “kecelakaan udara”. (Bahkan beberapa lirik dalam Burn the Witch — “cheer at the gallows” dan “avoid all eye contact” — muncul pertama kali di sampul album polemik anti-Bush, Hail to the Thief, pada tahun 2003.) Sementara itu, susunan string modern yang rapuh dari Jonny Greenwood kian memperkuat atmosfer kecemasan, mengubah orkestra menjadi kertak sepasang gigi raksasa. Ini serupa percikan vintage asam lambung Radiohead yang melepaskan segumpal serangga aneh ke saraf kranial di batok kepala. Yang terjadi selanjutnya adalah semacam upacara eksorsis: menyelam ke dalam sesuatu yang lebih menakutkan ketimbang propaganda yang berbahaya, atau kompleks industri militer, atau kecenderungan menjijikkan dari ketaatan manusia yang membabi-buta.

Yorke berpisah dengan kekasihnya dan sekaligus ibu dari kedua anaknya, Rachel Owen, setelah menjalin hubungan asmara selama 23 tahun pada bulan Agustus 2015, dan dalam materi berjudul Identikit, dia bernyanyi: “When I see you messing me around, I don’t want to know” dan “Broken hearts make it rain.” Saya tidak ingin bilang bahwa A Moon Shaped Pool adalah “album patah-hati murahan”. (Saya siap dan berani bertengkar dengan siapa saja yang menyebut album ini seperti itu.) Perpisahan atau perceraian (terutama untuk pasangan yang sudah memiliki anak) berlangsung pada sianghari yang cerah dan mengambil tempat di kantor pengacara yang nyaman untuk membicarakan kesepakatan pengaturan logistik.

Album-album Radiohead adalah irisan mimpi indah dan mimpi buruk, dan mereka memelihara perlawanan yang sehat terhadap kejernihan/kemurnian; musik yang mereka mainkan merupakan labirin yang bisa diintip sesuka hati. Meski begitu, dampak dari trauma perpisahan, semacam keterpurukan jiwa, jelas terasa di album ini. Musik yang ada di album ini terasa relaks dan longgar, serupa momen ketenangan (untuk berkontemplasi) setelah dihajar sedemikian rupa oleh tragedi. “And in your life, there comes a darkness,” ujar Yorke dalam lirik pembuka Decks Dark yang dilanjutkan dengan “there’s a spacecraft blocking out the sky” ketika suara kor melintas di atas kepala. Ini adalah kelanjutan dari Subterranean Homesick Alien di album OK Computer (1997), namun di Decks Dark, Yorke tidak terdengar “tegang” atau “gelisah”. Yorke terdengar lelah, lebih tenang, dan mempersetankan invasi mengerikan yang bakal terjadi esok hari. Dalam Present Tense, Yorke menyaksikan dunia yang selama ini dia bangun (bersama Owen) hancur berantakan, menyenandungkan “it’s no one’s business but mine that all this love could be in vain” dengan suara vokal yang mantap sebelum diakhiri dengan pengakuan “in you I’m lost” yang begitu perih. Di atas bangkai reruntuhan dunianya, Yorke berusaha untuk terus menari: sebuah bentuk kerelaan dan penerimaan yang paripurna.

Glass Eyes mengisyaratkan kesengsaraan Radiohead yang sudah berlangsung cukup lama — mirip dengan kemanusiaan yang terperangkap dalam sesuatu yang dingin dan sudah mati, atau rusaknya tubuh karena virus atau benda asing — namun lagu ini adalah aliran darah yang langsung dipompa menuju jantung. “Hey it’s me, I just got off the train,” Yorke membuka dengan lirih, dan yang ada di batok kepala saya adalah rangkaian adegan karakter utama dari video klip Paranoid Android menelepon seseorang untuk memberitahukan bahwa dia baru saja tiba di stasiun. “I feel this love turn cold,” Yorke menutup balada ini dengan sebuah pengakuan, sementara bunyi selo berdenyut sepanjang koda sebelum lagu ini memudar dan sempurna habis di tenggorokan.

Sepanjang album ini, pencerahan Yorke didukung oleh keunikan dan keindahan musiknya. Suara piano terdengar seperti gitar, suara gitar terdengar seperti piano, dan campuran keduanya adalah helaan nafas yang panjang dan melegakan. The Numbers, sebuah lagu tentang apokalips karena perubahan iklim yang semakin parah, meliuk-liuk layaknya ombak lautan yang menenangkan. Bahkan gelombang synth jahat yang memenuhi materi Ful Stop terdengar seperti tamu, sebuah kegelapan sementara daripada jiwa yang terpenjara selamanya. Ful Stop dibuka oleh alur nada yang mungkin terasa aneh, dengan perpaduan melodi gitar yang saling terkait dan harmoni irama yang kian tergesa-gesa untuk mengiringi erangan Yorke. Ini adalah salah satu bentuk eksperimen yang kerap dilakukan oleh Radiohead dalam satu dekade terakhir, dan hasilnya di album ini lebih memuaskan ketimbang sebelum-sebelumnya.

Dimensi tambahan berasal dari Yorke yang memompa udara segar ke dalam materi-materi lagu yang ada di A Moon Shaped Pool, yang sebagian besar di antaranya sudah ada dan disimpan dalam bentuk draf selama bertahun-tahun. Dalam himne folk yang kesepian berjudul Desert Island Disk, Yorke menyanyikan sebuah pengalaman epifani/kebangkitan: “The wind rushing ‘round my open heart. An open ravine, in my spirit white. Totally alive, in my spirit light.” Sebagai visi transformasi, lagu ini merupakan versi kebalikan dari Pyramid Song di album Amnesiac (2001) di mana Yorke terjun ke dalam sungai entah-berantah dan hanya berkawan orang-orang mati. Di Desert Island Disk, Yorke merasa “benar-benar hidup dalam jiwa yang lebih bercahaya”.

Dan True Love Waits menjadi penutupnya. Ini adalah lagu lawas yang beberapa kali telah dimainkan oleh Radiohead dalam berbagai model dan bentuk aransemen, namun tidak seperti Burn the Witch atau potongan lain yang pernah dibawakan sebelumnya, lagu ini sudah lama menjadi bagian dari kanon mereka. True Love Waits pernah muncul di album I Might Be Wrong: Live Recordings (2001) dan, ketika diseret ke tahun 2016, terasa seperti relik dari zaman geologi yang berbeda. “I’ll drown my beliefs,” Yorke bernyanyi di awal lagu, dan diakhiri dengan “just don’t leave”. Lagu ini selalu terasa seperti luka menganga yang masih basah dalam diskografi Radiohead. True Love Waits versi album ini hanya ada gema Yorke dan pianonya sehingga membikin kepala saya terjebak di dalamnya (atau lagu ini menjebakkan diri di dalam batok kepala saya … ah, sudahlah … sama saja). Yorke bersenandung dengan lembut, dan kali ini ditujukan untuk satu orang yang punya arti spesial dalam hidupnya, bukan untuk kerumunan orang banyak yang selalu membanjiri konsernya. Dalam seloroh humor hitamnya yang khas di lirik picisan “and true love lives on lollipops and crisps”, Yorke mengakui bahwa klise selalu ada di balik setiap tindakan yang telah dan akan dilakukan. “I’m not living, I’m just killing time,” pengakuan Yorke di bagian lain lirik lagu ini. Kamu bisa saja menulis frasa seperti itu dan menjadikannya sebuah lagu; kamu bisa saja memainkan lagu itu di hadapan jutaan orang selama bertahun-tahun; kamu bisa saja menyimpan ide macam itu di dalam hati dan pikiranmu. Namun bakal butuh waktu yang cukup lama, seperti yang terjadi di album ini, dengan kekuatan yang baru agar lagu itu bisa menemukan momen yang pas untuk memberikan makna yang mendalam. Kebenaran, kata orang-orang bijak, terletak di antara hal-hal yang biasa-biasa saja dan terkadang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tampil di permukaan agar bisa dilihat oleh banyak orang.

Dengan A Moon Shaped Pool, Radiohead melampaui kecemasan eksistensial (yang selama ini membikin mereka dikenal sebagai unit musik brilian yang meramalkan dan mengabarkan malapetaka atau kehancuran dunia) untuk bergerak mengejar pencerahan dan kebenaran yang lebih personal dan abadi. Ini adalah album Radiohead paling sedap, romantis, lembut, dan gelap yang menawarkan relaksasi dalam keindahan melodi dan liriknya: semanis pagihari dengan rokokputih, kopihitam, dan kenangan (tentangmu, sayang).

Sebab merelakan dan penerimaan yang begitu tulus dalam kehilangan adalah bentuk dari sebuah perayaan kecil yang indah dalam upaya untuk mengafirmasi kehidupan seutuhnya. []

* * * * *

— Daftar Lagu A Moon Shaped Pool
1) Burn the Witch
2) Daydreaming
3) Decks Dark
4) Desert Island Disk
5) Ful Stop
6) Glass Eyes
7) Identikit
8) The Numbers
9) Present Tense
10) Tinker Tailor Soldier Sailor Rich Man Poor Man Beggar Man Thief
11) True Love Waits

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s