Cabrini Asteriska Widiantini: “Distance” (2015)

BARU kemarin malam saya akhirnya memantapkan diri untuk mengunduh debut album Cabrini Asteriska Widiantini bertajuk Distance setelah terhipnotis oleh suara merdunya di akun Soundcloud miliknya sejak dua tahun yang lalu. Mustahil rasanya untuk tidak terhanyut dalam suara seorang bidadari macam Asteriska ini, dan ketika untuk pertama kalinya mendengarkan delapan materi di album perdananya kemarin malam, saya langsung bergumam: “Apa yang lebih menenangkan dan menghangatkan ketimbang mendengarkan suara Asteriska di malam yang dinginnya sungguh jahanam seperti ini?

Asteriska, tanpa perlu berbasa-basi, membuka album ini “hanya” dengan harmonisasi vokal yang membius — sekaligus juga membikin tengkuk merinding dalam balutan atmosfer magis — di lagu He Stays Up All Night, tanpa instrumen apa-apa selain petikan gitar akustik di awal lagu. Materi pembuka berdurasi satu menit 38 detik itu dilanjutkan dengan lagu supermanis berjudul Distance yang bercerita tentang hubungan jarak jauh dan kerinduan yang begitu mendalam. Sementara sebagai penutup album ini, Asteriska menunjukkan kebolehannya bernyanyi dalam bahasa Prancis di lagu berjudul Que Je T’aime.

Dalam Story on an Island, suara renyah gitar ukulele mengiringi Asteriska yang berduet dengan Dwinanda Aldyan untuk membawa saya ke dalam suasana malam yang tenang di sebuah pulau terpencil menikmati hangatnya api unggun dan kita — saya dan kamu, puan betina — berbagi peluk sembari menghitung bintang di langit utara. Sementara Mr. Blue menceritakan tentang warna-warni perasaan cinta yang malu-malu terhadap sang pujaan hati, tentang bagaimana menenangkan rasa gaduh yang ada di dada dengan cara yang menyenangkan dan meriah.

Dentingan piano yang menyayat dalam Farewell to You (th) menjadi jalan pembuka untuk kembali mengenang masa lalu, untuk memeriksa kembali luka yang tidak bakal pernah bisa sembuh total. (“’It was time for you to go,’ you said. There was nothing I could do. We’ll always have the memories … And I cried when I should have laughed. Farewell to you, farewell to youth.”) Suasana memedihkan itu semakin muram ketika Asteriska melanjutkannya dengan elegi singkat berjudul Sad November. “People come and go, what do they know,” disenandungkan dengan begitu lembut oleh Asteriska, sementara musiknya menggantungkan kepedihan. “Oh Sad November … some people lose their friends, some lose their lover.” Kurang ajar! Bangsat!

Sebelum menemui akhir, mood album ini dikembalikan dengan ajakan untuk mencoba beranjak dari segala kepedihan melalui lagu Secret Getaway. Sebab harapan itu selalu ada, mengintip di sela-sela jemari kecilmu; kamu hanya perlu menggenggamnya dengan kuat hingga mewujud kebahagiaan.

Sederhana. Murni. Menenangkan. Menghangatkan. Begitulah Asteriska mengenalkan dirinya sebagai bidadari melalui debut albumnya ini.

(Dan mungkin setelah mendengarkan album ini, kamu, wahai puan betina, bisa meluangkan waktu dan sejenak melupakan segala keruwetan di luar sana untuk sekadar menikmati senja sembari menyeruput kopi dengan saya.) []

* * * * *

— Daftar lagu Distance
1) He Stays Up All Night
2) Distance
3) Mr. Blue
4) Story on an Island
5) Farewell to You (th)
6) Sad November
7) Secret Getaway
8) Que Je T’aime

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s