Radiohead: “Hail to the Thief” (2003)

ALBUM keenam Radiohead yang bertajuk Hail to the Thief adalah karya musik anak zamannya sendiri, sebuah masterpiece yang dilahirkan dengan ciri dan kemarahan yang khas pada momen itu: direkam pada akhir tahun 2002, ketika Pemerintahan Inggris dan Amerika Serikat sedang mempersiapkan tentaranya untuk menyerbu Irak di mana Thom Yorke — vokalis Radiohead yang punya postur tubuh relatif pendek bagi ukuran orang-orang “normal” Eropa — sangat gencar mengutuk dan mengampanyekan penolakan terhadap rencana perang tersebut. Album ini berisikan kesan dan citra oposisi yang cukup berani untuk menentang dan melawan kekuatan semena-mena yang mengerikan dari pihak otoritas dan penguasa. Dalam lagu Sit down. Stand up. (Snakes & Ladders.), Yorke seolah bertindak sebagai sang penguasa yang memberikan perintah tanpa makna (“Sit down, stand up”) berulang-ulang kali. Sementara bait lirik “We can wipe you out anytime” dinyanyikan Yorke dengan sedikit merengek dan mencemooh. Radiohead — khususnya Yorke — selalu sinis dan paranoid, namun sejarah telah membuktikan bahwa orang-orang sinis yang selalu mempertanyakan segalanya adalah manusia yang cerdas dan bijaksana.

Tuduhan atau sindiran untuk masyarakat apatis dalam lagu 2 + 2 = 5 (The Lukewarm.) menjadi pembuka album ini dengan garang; novel distopia Nineteen Eighty-Four karangan George Orwell menjadi referensi judul lagu ini. Ketika dunia perlahan menuju kehancurannya, Yorke menuduh atau menyindir bahwa orang-orang malah lebih suka berdiam diri di rumah mereka masing-masing memercayai kebohongan dan menikmati ilusi kenyamanan yang diumbar oleh para penguasa. Dan sekarang semuanya telah terlambat: dunia tua saat ini menjadi semakin tidak baik-baik saja. Dengan karakter vokal falsetto yang khas, Yorke menyanyikan lirik “it’s the devil’s way now, there is no way out”, sebelum akhirnya dia berteriak: “Because, you have not been paying attention!” Yorke kemudian mengulang-ulang frasa “paying attention” dengan penuh kemarahan.

Materi Myxomatosis. (Judge, Jury & Executioner.) adalah lagu terbaik yang pernah saya dengar tentang sebuah penyakit mematikan yang dulu pernah digunakan oleh Pemerintahan Australia untuk menekan populasi kelinci di sana. Seekor kucing yang menjadi karakter utama dalam lagu ini baru saja pulang ke rumahnya setelah melakukan hubungan seks di luar sana, namun dia sekarang malah kebingungan dan tergagap-gagap mengikuti ketukan drum: “But now I don’t know why I feel so tongue-tied.” Perpaduan irama funky fuzzed-out dari gitar Ed O’Brien dan Jonny Greenwood membikin lima suku kata dari nama penyakit menjijikkan itu terdengar seperti puisi.

Sementara A Punchup at a Wedding. (No no no no no no no no.) adalah alur sendu dan melankolis yang memadukan irama bas menenangkan dengan efisiensi liriknya. Lagu ini menjadi semacam cerita pendek tentang sebuah keluarga yang mengalami disfungsional parah dan saling melemparkan kemarahan satu sama lain setelah melewati momen paling buruk dalam kehidupan kolektif mereka. (“You had to piss on our parade. You had to shred our big day. You had to ruin it for all concerned…”) Dan dentingan pianonya yang indah serta lirik “it’s a drunken punchup at a wedding” mampu membikin siapa saja ikut bernyanyi bersama Yorke di akhir lagu ini.

Hail to the Thief ditutup dengan materi berjudul A Wolf at the Door. (It Girl. Rag Doll.) yang menegaskan bahwa manusia selalu kesulitan dalam upayanya untuk melarikan diri dari hal-hal buruk. “I keep the wolf from the door,” seloroh Yorke di bagian refrain lagu ini. “But he calls me up. Calls me on the phone, tells me all the ways that he’s gonna mess me up.” Lagu ini menyedihkan, gelap, cerdas, dan sekaligus kocak. Yorke tidak memiliki jawaban apa pun yang bisa diberikan kepada si serigala, dan dia lebih memilih untuk mencoba berdamai dengan dirinya sendiri.

Selain berisikan lirik dengan tema kepahitan dan kemarahan, album ini terdengar lebih musikal ketimbang dua album Radiohead sebelumnya. Empat belas materi dalam album ini — khususnya kombinasi perkusi yang memesona dalam There there. (The Boney King of Nowhere.) — memiliki komposisi musik yang lebih kaya dan semakin berwarna jika dibandingkan dengan Kid A (2000) dan Amnesiac (2001). Tekstur elektronik dipadukan dengan suara piano dan gitar untuk menghasilkan sesuatu yang terdengar syahdu, merdu, dan menggugah: suara yang dihasilkan oleh synthesizer terdengar seperti gelombang yang dikirimkan oleh pesawat luar angkasa. Ada begitu banyak melodi lezat di album ini, perpaduan musik yang menenangkan dan menarik, serta materi lagunya berisikan kumpulan lirik yang sing-along-able meski prognosis yang ada di dalamnya sangatlah suram.

Dan setelahnya saya bersyukur masih ada Radiohead — serta kamu, puan betina — yang bisa membantu saya melewati berbagai macam momen buruk dalam hidup harian saya yang semakin banal. []

* * * * *

— Daftar Lagu Hail to the Thief
1) 2 + 2 = 5 (The Lukewarm.)
2) Sit down. Stand up. (Snakes & Ladders.)
3) Sail to the Moon. (Brush the Cobwebs out of the Sky.)
4) Backdrifts. (Honeymoon is Over.)
5) Go to Sleep. (Little Man being Erased.)
6) Where I End and You Begin. (The Sky is Falling in.)
7) We suck Young Blood. (Your Time is up.)
8) The Gloaming. (Softly Open our Mouths in the Cold.)
9) There there. (The Boney King of Nowhere.)
10) I will. (No man’s Land.)
11) A Punchup at a Wedding. (No no no no no no no no.)
12) Myxomatosis. (Judge, Jury & Executioner.)
13) Scatterbrain. (As Dead as Leaves.)
14) A Wolf at the Door. (It Girl. Rag Doll.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s