#DaftarPutar, part three: comfortable songs from 1997

TIDAK bisa tidak, selain momen di mana Juventus merajai Serie A Italia untuk ke-24 kalinya, topik yang selalu ada di kepala saya ketika mengingat-ingat dan membincangkan tahun 1997 adalah OK Computer (1997), sebuah konsep album dari Radiohead dengan tema yang merefleksikan ketakutan dan kegelisahan terhadap sebuah dunia yang bakal dijalankan oleh komputer dan diungkapkan secara bertahap dengan sinis dan khidmat. OK Computer lebih dari sekadar kumpulan lagu: album ini adalah sebuah karya seni adiluhung yang memiliki kualitas (musik dan lirik) surealis dan sinematik dari sebuah unit musik rock yang tidak pernah takut untuk mengeksplorasi dan berproses menjadi suatu kemenjadian yang betul-betul ilahi. Tahun 2017 ini, untuk merayakan 20 tahun sejak OK Computer pertama kali dilepas di pasaran, Radiohead merilis ulang salah satu album art rock paling keren sejagat raya itu dalam empat bentuk (vinil, digital, CD, dan boxed edition) bertajuk OKNOTOK 1997 2017.

Semalam, saya iseng membikin daftarputar dan mengunggahnya di situs streaming musik 8tracks dengan tema lagu-lagu favorit dan nyaman di kuping yang saya comot dari album-album (yang menurut saya) keren dan bagus rilisan tahun 1997. Anggap saja sebagai nostalgia dan upaya meromantisir zaman di mana saya masih unyu-unyu dan tahu bagaimana caranya bersenang-senang, atau sebut saja ini sebagai semacam upaya saya untuk meniru Radiohead yang merilis ulang kumpulan materi terbaiknya.

Ada banyak lagu yang bisa saya masukkan dalam daftarputar ini, mengingat ada beberapa album yang kualitasnya — bagi kuping otonom saya — nyaris menyamai (atau setidaknya berada satu level di bawah) OK Computer yang superkeren itu yang juga dirilis pada tahun 1997. Mogwai — grup musik post-rock asal Skotlandia, misalnya — merilis album keren berjudul Mogwai Young Team, atau Mi media naranja rilisan Labradford (grup musik post-rock Amerika Serikat) yang terdengar nyaman di kuping saya. Lalu ada I Can Hear the Heart Beating as One (Yo La Tengo), The Mollusk (Ween), The Lonesome Crowded West (Modest Mouse), I Never Even Asked for Light (Lullaby for the Working Class), Under the Western Freeway (Grandaddy), dan Perfect from Now On (Built to Spill) yang mewakili ranah indie rock. Atau album alternative rock macam Urban Hymns-nya The Verve dan Death to the Pixies-nya Pixies. Belum lagi Dig Me Out, monster punk rock yang dirilis oleh Sleater-Kinney, dengan lirik-lirik yang membahas masalah patah hati dan kelangsungan hidup.

Sementara kanal Pitchfork menyebut 1997 sebagai salah satu tahun terbaik dari musik rock Inggris yang ditandai oleh rilisan-rilisan macam Ladies and Gentlemen We Are Floating in Space (Spiritualized), Vanishing Point (Primal Scream), When I Was Born for the 7th Time (Cornershop), Dig Your Own Hole (The Chemical Brothers), dan Blur (Blur). Dari blantika musik Indonesia, Lagi Sedih-nya Slank, Potret II rilisan Potret, dan Kumpulan Lagu-lagunya dari Oppie Andaresta, setidaknya masih enak dan aman-aman saja di kuping saya.

Namun, sayangnya (atau sialnya), koleksi arsip mp3 di laptop butut saya tidak lengkap. Saya tidak punya file digital dari lagu-lagu yang ada di kumpulan album di atas. Dengan perasaan pasrah dan mengalah, saya akhirnya memilih materi-materi musik favorit untuk daftarputar kali ini dari stok mp3 yang tersimpan di diska keras laptop butut saya.

Sebagai pembuka daftarputar ini, saya memasang Chumbawamba untuk mencoba membangkitkan semangat dan mengajak berjoget dengan Tubthumping yang langsung disambung hentakan Dammit-nya Blink-182. Kemudian, saya sengaja menabrakkannya dengan kombinasi aduhai antara harmonisasi vokal dan musik eksperimentalnya Björk dalam Unravel.

Ada dua lagu post-rock dalam daftarputar ini (Von dari Sigur Rós dan Side 1: Nervous, Sad, Poor… dari Godspeed You! Black Emperor) dan dua nomor klasik dari Bob Dylan berjudul Tryin’ to Get to Heaven dan Highlands. Oh iya, saya juga menyisipkan dua lagu dari grup musik Indonesia: Maaf dari Jamrud dan Kirana dari Dewa 19.

Sementara itu, saya posisikan No Surprises — materi favorit saya dalam album OK Computer-nya Radiohead — sebagai gerbang awal menuju akhir durasi sebelum daftarputar ini benar-benar dipungkasi sepenuhnya oleh sindiran dan humor hitam Thom Yorke di lagu berjudul The Tourist: “Hey man, slow down … slow down. Idiot, slow down … slow down.

Komposisi lengkapnya bisa kamu cek di bawah ini:
1) Tubthumping oleh Chumbawamba dari album Tubthumper
2) Dammit oleh Blink-182 dari album Dude Ranch
3) Unravel oleh Björk dari album Homogenic
4) Von oleh Sigur Rós dari album Von
5) Side 1: Nervous, Sad, Poor… (“The Dead Flag Blues (Intro)” – “Slow Moving Trains” – “The Cowboy…” – “Drugs in Tokyo” – “The Dead Flag Blues (Outro)” – “Untitled”) oleh Godspeed You! Black Emperor dari album F A
6) Highlands oleh Bob Dylan dari album Time Out of Mind
7) Tryin’ to Get to Heaven oleh Bob Dylan dari album Time Out of Mind
8) Good Riddance (Time of Your Life) oleh Green Day dari album Nimrod
9) Orinoco Flow oleh Enya dari album A Box of Dreams: Disc One — Oceans
10) Maaf oleh Jamrud dari album Putri
11) Stand by Me oleh Oasis dari album Be Here Now
12) Kirana oleh Dewa 19 dari album Pandawa Lima
13) Jóga oleh Björk dari album Homogenic
14) No Surprises oleh Radiohead dari album OK Computer
15) The Tourist oleh Radiohead dari album OK Computer

Lima belas lagu itu sudah ada di dunia sejak 20 tahun yang lalu, dan sampai saat ini masih terdengar nyaman di kuping — setidaknya untuk selera kuping otonom saya. Sila dengar sendiri:

Tabik. []

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Abdul Jalil says:

    Tak banyak lagu yang saya tahu dari daftar diatas..tapi suka ama No surprises nya Radiohead..terdengar depresif tapi maknanya dalam..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s