Daughter: “Not to Disappear” (2016)

SAYA jarang mendapati kesedihan dari patah hati bisa terdengar seksi kecuali ketika dinyanyikan dengan begitu tulus oleh Elena Tonra, seorang vokalis-gitaris dari unit musik bernama Daughter yang berbasis di London, Inggris. Tonra dan dua personil Daughter lainnya (Igor Haefeli dan Remi Aguilella) adalah kombinasi unik yang ahli dalam menyusun lanskap sonik dingin yang subur dan bersih, menawan dan menghanyutkan, kelam dan menyeramkan. Mungkin bagian yang paling menakutkan dari karya-karya musik Daughter adalah bahwa sangatlah mudah untuk melangkah ke ambang pintu dan terbuai untuk memasuki dunia gelap mereka. Suara lembut Tonra adalah keindahan yang sangat cocok untuk lagu pengantar tidur. Komposisi gabungan yang terasa tepat dari suara lembut Tonra, teknik gitar Haefeli, dan pukulan drum Aguilella mampu membangkitkan ketenangan dan kekaguman saat memasuki dunia yang sangat kelam. Dalam konstruksi dunia rekaan di album kedua Daughter (dan di seluruh kanon mereka sejauh ini): segalanya terasa superlatif, segalanya terdengar megah, segalanya adalah apokalips yang menenangkan.

Not to Disappear dibangun dengan fondasi tema yang sama dengan tema yang mendominasi album pendahulunya, If You Leave (2013), namun dengan tambahan lapisan universalitas. Di album ini Tonra tidak hanya berbicara melalui sudut pandangnya sendiri: saya merasakan adanya perasaan mendesak bahwa dia berbicara untuk semua manusia yang pernah mengalami emosi yang sama dengannya. Bagi mereka yang mungkin belum pernah mengalami momen di titik paling rendah dalam kehidupan dan kelemahan yang mengekor di belakangnya, musik dalam Not to Disappear digubah dengan cermat dan menawan hati, layaknya senja sore yang melodius atau kesunyian malamhari yang melenakan. Tonra, dalam Landfill di EP His Young Heart (2011), pernah menyanyikan “I want you so much, but I hate your guts … so I hate you now” seolah-olah itu adalah hal yang paling wajar di dunia ini. Not to Disappear, di sisi lain, dipenuhi rasa empati yang lebih besar, seolah Tonra kali ini menatap dunia secara universal. Tonra seperti berbisik mesra: “Saya tahu kamu menyimpan luka di jantung persegimu. Kita semua sama sepertimu. Buang semuanya! Mari membebaskan diri bersama-sama.

Dalam materi Doing the Right Thing, Tonra membicarakan penderitaan seorang Alzheimer yang bergulat dengan mortalitas dan kehilangan. Lagu yang bersahaja sekaligus spektral ini dinyanyikan dari sudut pandang unik korban demensia yang sepenuhnya menyadari kekacauan dalam hidupnya. Tonra tenggelam dalam kenangan yang lambat-laun memudar (“And when it’s dark, I’ll call out in the night for my mother. But she isn’t coming back for me cause she’s already gone.”) namun tetap mengetahui rahasia besar yang bersembunyi di baliknya: “But you will not tell me that, cause you know it hurts me everytime you say it.” Tonra menyanyikan bait demi baitnya dengan iringan gitar yang presisi, distorsi efek suara synthesizer, dan irama drum yang membius. Lagu ini berakhir dengan Tonra yang sedang duduk di depan televisi, sembari bernyanyi, sementara “semua orang jatuh cinta, saya hanya duduk dalam diam”.

Tonra membuka Numbers dengan nada datar pada misteri antagonis (“Take the worst situations, make a worse situation.”) lantas kemudian, setelah jeda sesaat, menyanyikan komentar yang menyindir relasi antarmanusia yang dibangun hanya berdasarkan pada ketertarikan seksual saja. “I’ll wash my mouth but still taste you,” Tonra mendesah, membiarkan implikasinya tetap ada, sebelum bernyanyi dengan tenang, “I feel numb in this kingdom.

Rasa keterasingan begitu terasa di lagu berjudul Alone / With You di mana Tonra meratapi kebencian yang dirasakannya karena dia harus makan, jalan-jalan, dan hidup sendiri tanpa ada siapa-siapa yang menemani — namun, pada saat yang bersamaan, dia menolak untuk melakukan semua itu dengan “kamu” yang tidak bernama. “I should get a dog or something,” Tonra bergumam lirih sebab dia tahu bahwa hal itu tidak bakal bisa mengatasi keterasingannya. Dalam nomor yang lebih ngerock berjudul No Care Tonra memberi tahu bahwa tidak ada seorang pun yang mengajaknya berdansa karena dia hanya tahu caranya menabrak orang-orang di lantai dansa, sebelum dipungkasi dengan sindirian untuk sang kekasih: “Oh, there has only been one time where we fucked and I felt like a bad memory. How I wanted you to promise we’d only make love but my mouth felt like I was choking, broken glass, so I just slept it off.

Banyak yang memberikan respons negatif untuk album pertama Daughter karena dianggap terlampau suram, bahwa Tonra terlalu bersedih — namun, bagi saya, sangat sulit untuk menyalahkan Tonra karena dia menyanyikan kebenaran, meski itu adalah pekerjaan yang suram sekali pun. Not to Disappear juga dipenuhi dengan elemen kesuraman yang sama, namun pada akhirnya, satu-satunya penuntasan yang bisa didapatkan oleh Tonra adalah suatu sikap pendirian yang begitu teguh. “What if I’m made of stone?” Tonra bertanya dengan nada sunyi di Made of Stone yang menjadi penutup album ini. “Love, it’s just face painting. Love, it’s just easing the waiting. Before dying without company.

Not to Disappear merupakan standar ganda instruktif: musik yang dihasilkan Daughter mencakup kesenjangan antara kejengkelan terhadap banalnya rutinitas harian, dan kisah-kisah yang kita ceritakan pada diri kita sendiri ketika menghadapi masa-masa suram. Walau bagaimanapun, sisi lain dari trauma emosional adalah tidak mampu merasakan apa pun sama sekali. []

* * * * *

— Daftar Lagu Not to Disappear
1) New Ways
2) Numbers
3) Doing the Right Thing
4) How
5) Mothers
6) Alone / With You
7) No Care
8) To Belong
9) Fossa
10) Made of Stone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s