Warpaint: “Heads Up” (2016)

WARPAINT membuka Heads Up dengan dua materi pemanasan, Whiteout dan By Your Side,  yang cukup membius kesadaran. Kedua materi pembuka itu memiliki elemen yang mirip dengan karya-karya lama Warpaint: atmosfer suram mulai memenuhi udara kamar kos saya ketika Stella Mozgawa (drumer) dan Jenny Lee Lindberg (pemain bas) mengayunkan irama memabukkan dari instrumen musik mereka, sementara vokalis/gitaris (Theresa Wayman dan Emily Kokal) diam-diam menyelaraskan harmonisasi nada suara vokal mereka. Dan pada saat By Your Side berakhir dengan suara vokal melingkar, bebunyian synth yang terdengar gelisah, dan distorsi bas drum yang sangat tajam, saya menyadari satu hal: Heads Up adalah karya musik dari sebuah band yang penuh percaya diri, matang, dan tidak memiliki keraguan sedikit pun untuk menantang diri mereka sendiri.

Setelah pembukaan yang cukup gelap dan memabukkan, New Song melanjutkannya serupa serangan perampokan yang agak mengejutkan pada sianghari yang cukup terik dan ramai. Lagu ini menjadi satu-satunya materi pop/dansa yang cukup menarik di album ini dengan awalan yang menggetarkan dan menderu-deru, untuk kemudian bisa menyesuaikan diri dengan benar setelah didengarkan beberapa kali. Lagu ini menunjukkan kerelaan untuk mendiversifikasi energi sebagai kesempatan sempurna bagi Mozgawa untuk melepaskan beberapa ketukan dansa yang berdebar-debar.

Berbicara tentang Mozgawa, dia merupakan kenikmatan tersendiri dalam album ini. Mozgawa telah berhasil memberikan bukti sahih sebagai salah satu drumer musik yang paling serbaguna. Di album ini, Mozgawa meletakkan beberapa ketukan paling menarik dalam karier bermusiknya ketika dia memfokuskan diri untuk mengimbangi irama Lindberg: keduanya secara konstan berhasil mendorong dan menarik lagu-lagu dalam album ini ke ritme baru yang menghibur kuping saya. Mozgawa memberikan sentuhan glam rock, nuansa electronica, ketukan bas hip-hop, dan irama disko yang sepenuhnya unik di album ini.

Pada banyak titik di keseluruhan album ini, suara vokal Wayman dan Kokal dengan halus merayap ke seluruh bagian tubuh sebelum akhirnya merasuk ke dalam batok kepala dan berdiam di sana. Pengaturan yang cerdas dan mengejutkan merupakan kenikmatan lain yang disajikan oleh Heads Up, dan saya bisa bilang bahwa keempat musisi tersebut saling terkait erat satu sama lain: empat individu yang memiliki gagasan dan panjang gelombang yang sama, saling menenun dan saling melengkapi, dengan harmoni yang mampu mengayunkan irama melenakan sementara suara gitarnya — kadang dipetik dengan rapi, kadang melengkung menjadi distorsi shoegaze — timbul-tenggelam dalam perpaduan nada yang nyaris sempurna. Ini adalah gaya khas Warpaint yang telah diasah sejak album debut mereka, dan Heads Up menjadi karya musik pertama yang mampu menampilkan interaksi psikis Wayman, Mozgawa, Lindberg, dan Kokal dengan begitu kental di sepanjang album.

Bahkan detail terkecil di setiap lagu pun menjadi bagian integral dari keseluruhan struktur album ini. Dengan cara yang sangat halus, album ini menjadi semacam candu bagi saya: nada jazzy piano elektrik yang melilit melodi funk di The Stall, synth ambient pendek dalam So Good, denting piano kelam sebelum chorus terakhir By Your Side. Ini adalah album musik yang sangat memuaskan untuk didengarkan dengan peranti dengar yang bagus, secangkir kopihitam, sebungkus rokokputih, sepiring pisang goreng, dan langit sorehari yang mulai menggelap — bersama sang kekasih atau sendirian di pelataran depan rumah. Dengarkan berkali-kali, dan kamu bisa berterima-kasih pada saya setelahnya.

Momen peregangan album ini dimulai dengan materi Don’t Let Go dan berakhir pada nomor Above Control, memberikan cukup ketenangan sementara album ini terus berkembang menjadi bentuk unik yang kian memikat hati. Lagu Heads Up dan Don’t Let Go dimulai dengan balada yang lembut: yang pertama bergerak di antara sejumlah irama aneh, sedangkan yang kedua berisi fitur kompresi drum jahanam, sebelum akhirnya berhenti dengan indah. Above Control adalah alur syahdu tak tertembus yang, bahkan setelah lima menit durasinya, terkesan terlalu singkat dan bikin ketagihan.

Heads Up merupakan ramuan melenakan bagi siapa saja yang sudah muak dan bosan dengan kicauan burung dan hangatnya mentari di pagihari, serta bertindak sebagai lompatan besar ke depan bagi Warpaint sendiri. Kenikmatan yang disajikan oleh album ini didapat dari teknik produksi kontemporer, penulisan materi lagu yang cerdas, dan, yang paling penting, intensitas yang mampu meninggikan segala sesuatunya dengan kepercayaan diri yang kuat dan keren. []

* * * * *
— Daftar Lagu Heads Up
1) Whiteout
2) By Your Side
3) New Song
4) The Stall
5) So Good
6) Don’t Wanna
7) Don’t Let Go
8) Dre
9) Heads Up
10) Above Control
11) Today Dear

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s