Radiohead: “OK Computer OKNOTOK 1997 2017” (2017)

KETIKA berada dalam proses pematangan ide untuk menggarap album ketiganya, saya membayangkan Radiohead menghadapi jalan raya mulus yang terbentang di depan mereka — jika bukan sebuah persimpangan jalan. Pada saat itu Radiohead telah menyelesaikan tur (bersama dengan Alanis Morissette) untuk mempromosikan album kedua bertajuk The Bends (1995). Sebelumnya, Radiohead muncul secara ekstrem — layaknya sekumpulan remaja tidak tahu diri dari neraka paling jahanam — dengan tiga gitar dan satu bas dan vokalis yang memiliki kegelisahan pribadi untuk menyajikan dinamika musik kombinasi loud/soft dan lirik yang menertawakan diri sendiri. Pada dua album rekaman awal (Pablo Honey [1993] dan The Bends), Radiohead bekerja-sama dengan dua produsen rock konvensional yang berbeda — dan di album ketiganya, Radiohead ingin memotong tali yang selama ini menautkan mereka dengan studio profesional. Radiohead mendapatkan kebebasan penuh untuk bermain-main dengan ide mereka, menghabiskan uang label rekaman dan membakar sebagian niat baik industri musik yang berhasil mereka kumpulkan sebelumnya untuk mengejar dan mewujudkan gagasan sesuai dengan cara yang mereka inginkan.

Apa yang bakal terjadi selanjutnya?

(Dua dekade kemudian, kata-kata Thom Yorke untuk menjawab pertanyaan itu masih terasa lucu di batok kepala saya: bahwa dia dan Radiohead bakal membikin album musik bernada “positif” yang pertama dalam kanon mereka. Tidak ada lagi paru-paru besi, tidak bakal ada lagu-lagu yang terinspirasi oleh serangan senjata api yang brutal. Album ketiga Radiohead, mencomot kalimat Yorke ketika diwawancarai NME, “berisikan semua hal positif yang telah saya lihat dan saya dengar”.)

Lantas Radiohead merilis OK Computer pada tahun 1997, dan album itu sama sekali tidak berisikan hal-hal “positif” seperti janji yang pernah diucapkan oleh Yorke. Namun selalu ada versi alternatif yang disembunyikan dan mengintai di balik album ketiga Radiohead itu. OK Computer tidak benar-benar membawa penikmat musik (dan saya pada khususnya) tenggelam ke dasar neraka yang paling jahanam, terlepas dari reputasi yang selama ini ditautkan bahwa album ini merupakan ramalan datangnya zaman digital yang kelam dan menakutkan. Untuk setiap kegelisahan di dalam Paranoid Android, ada Melatonin yang ringan dan menenangkan sebagai penawarnya. Faktanya, ada lebih dari 20 materi mentah yang kemudian dirampingkan menjadi 12 lagu keren yang akhirnya dirilis di bawah tajuk OK Computer, dan materi-materi yang tidak dirilis itu sengaja disimpan dengan cukup rapi dan cermat oleh Radiohead. Sekarang, setelah bertahun-tahun, Radiohead membuka dan merilis materi-materi yang ada di dalam kotak penyimpanannya dengan kelicikan tertentu yang menggaris-bawahi bahwa mereka ternyata lebih manusiawi — dan terhubung dengan musik rock tua yang bagus — ketimbang reputasi yang selama ini telah disematkan kepada mereka.

OK Computer OKNOTOK 1997 2017 merupakan sesuatu yang sedikit lebih menarik ketimbang rilisan ulang OK Computer: “Collector’s Edition”/”Special Collector’s Edition” Disc 2 pada tahun 2009 yang menyertakan materi-materi langka sebagai sisi B-nya. “Materi-materi langka” di sini tidaklah benar-benar langka, sebab sebagian besar lagu yang ada di sini (Polyethylene (Parts 1 & 2) dan How I Made My Millions, misalnya) telah lama hidup di dalam keabadian digital yang mudah diakses melalui situs-situs streaming musik daring dan telah dibawakan saat konser selama lebih dari satu dekade. Radiohead selalu memperlakukan materi-materi langka tersebut — lagu-lagu yang sudah ada sebelum OK Computer benar-benar mewujud nyata — dengan perasaan yang sedikit aneh, semacam emosi seorang kakak yang terkadang menyayangi adiknya dengan tulus namun tidak jarang pula merasa sebal/jengkel kepada adiknya: lagu Lift yang masyhur itu — yang pada akhirnya disertakan dalam rilisan OK Computer OKNOTOK 1997 2017 — pernah dianggap sebagai, meminjam istilah Ed O’Brien, “bog-shite B-side”. Ini adalah sebuah lagu yang indah dan enteng, dan menyaksikan Radiohead memainkannya di atas panggung konser megah pada tahun 1996 merupakan gambaran mental paling jelas yang bisa saya dapatkan dari keputusan mereka untuk menghidupkan kembali sejarah alternatif ini.

Namun, anggapan bahwa Lift adalah lagu bermuatan positif, masih terasa sedikit membingungkan; dalam liriknya, “lift” adalah kata benda (yang berarti “pengangkat” atau “elevator”), bukan kata kerja (yang memiliki arti “mengangkat sesuatu”). Karakter protagonis lagu ini terjebak di dalam elevator, sepotong teknologi modern yang mendadak berhenti dan membikin kita — saya dan kamu — terjebak di dalamnya. Rangkaian kalimat dalam “today is the first day of the rest of your days” di bagian akhir lagu ini bukanlah sebuah janji; itu adalah hukuman mati, dan jiwa malang di dalamnya ditakdirkan untuk berakhir tanpa suara di usus gedung besar milik korporasi jahanam. Lift hampir mirip dengan No Surprises — materi favorit saya di album OK Computer — yang mengabarkan “sebuah pekerjaan yang perlahan membunuhmu” dan “memar yang tidak akan bisa sembuh dengan sempurna”.

Yang paling menyenangkan dari OK Computer OKNOTOK 1997 2017 adalah bahwa materi-materi langka itu menginformasikan album aslinya secara samar-samar dan syahdu. Setelah merilis The Bends, Radiohead sempat disejajarkan dengan band-band bergenre britpop, sebuah anggapan yang cukup ngawur dan menggelikan. Jika Palo Alto dirilis pada 1997, mungkin anggapan tersebut bisa sedikit dibenarkan; dengan lava psychedelia dari riff gitar yang berkelok-kelok, Palo Alto nyaris sama dengan karya-karya bikinan Kula Shaker, dan lagu ini juga merupakan materi yang menginspirasi nama OK Computer. Hal yang sama berlaku untuk Pearly*, di mana Yorke berseru tentang “susu kocok vanilla” dan mengerang “use me, darling, use me” di atas kebisingan koda musiknya. Pearly*, mencomot seloroh hitam Yorke ketika mengenalkan lagu ini saat konser, merupakan “lagu kotor bagi orang-orang yang menggunakan seks untuk hal-hal kotor”.

Radiohead juga brilian dalam hal membungkus dan menempatkan diri, selangkah demi selangkah, ketika menyusun dan memoles album musik mereka. Radiohead selalu menjadi juru gambar rajin yang tampaknya tertarik pada detail-detail kecil ketika sebuah lagu sudah matang, baik secara komposisi maupun susunan narasinya. Inilah kenapa karya-karya dalam kanon Radiohead selalu dibayangi dengan hantu yang melayang di atasnya: ketika Nude muncul di In Rainbows (2007), saya merasakan dinginnya pengakuan yang memuaskan — lagu ini merupakan “Ide Besar” klasik yang dimainkan saat konser selama bertahun-tahun, dan akhirnya diberikan bentuk fisik yang konkret.

Kini, di masa-masa senja dalam perjalanan karier di blantika musik, Radiohead menambang drama dari gerak-gerik pelepasan dan pengunduran diri. True Love Waits, materi langka Yorke yang kerap diumbar di konser-konsernya, akhirnya muncul sebagai pemungkas yang begitu manis dalam album kesembilan yang lebih sedap, lebih romantis, lebih lembut, dan lebih gelap bertajuk A Moon Shaped Pool yang dirilis Radiohead pada tahun 2016 kemarin. Dan kini mereka juga memasukkan I Promise dalam rilisan OK Computer OKNOTOK 1997 2017: sinar hangat matahari pagi yang sebelumnya tidak bisa menembus dinding OK Computer dan The Bends, dan sebuah catatan lain dari Yorke tentang membuka hati dan memeluk penyerahan diri. “I won’t run away no more, I promise,” Yorke menyanyikannya dan saya merasakan nostalgia yang menyenangkan saat mendengarkan vokal falsetto khas Yorke di era awal kemunculan Radiohead pada lagu ini. Pada tahun 1997, I Promise bisa menjadi salah satu lagu yang membuka jalan menuju radio pop kontemporer dewasa. Hari ini, I Promise adalah Kamera Polaroid jadul yang masih bisa diandalkan untuk memotret momen mengesankan — selain mata dan ingatan kita.

Syahdu. Jenius. Elegan. Elok. Eksperimental. Artistik. OK Computer adalah sebuah karya seni adiluhung yang memiliki kualitas (musik dan lirik) surealis dan sinematik. Dalam bentuk barunya sebagai OK Computer OKNOTOK 1997 2017, materi-materi langka yang ada di sisi B-nya kian membikinnya abadi, membentuk jaringan yang mendukung tema konkret dari album aslinya sehingga menjadikan poinnya semakin tajam. Sebagai konsep album dengan tema yang merefleksikan kengerian teknologi dan kegelisahan primordial, OK Computer mengingatkan tentang distopia masa depan — era digital yang sedang kita jalani saat ini — dan betapa terprediksinya eksistensi kita. Atau, mungkin, Radiohead sebenarnya tidak mencoba untuk memprediksi suramnya masa depan manusia, melainkan mengafirmasinya. Radiohead seolah meyakinkan bahwa pintu terakhir yang tersisa hanyalah penyangkalan terhadap kebijaksanaan dan aturan yang ada.

Ketika kebahagiaan tidak bisa ditetapkan sebagai “yang itu” dan “yang ini”, maka itu berarti kita — saya dan kamu — bisa merasakannya melalui pengalaman apa pun juga, bahkan yang paling miris sekali pun. Bahkan di hadapan kengerian yang tidak berujung, kita masih memiliki kebebasan untuk mempersetankannya dan menjadikan itu semua hanya sekadar bagian dari hidup yang bakal membikin kita lebih kuat, lebih tajam memandang dan memaknai hidup. Dan pada akhirnya, kita dapat memilih untuk mengakhiri tragedi dengan tangisan tidak berkesudahan perihal betapa buruknya hidup ini, atau dengan kebanggaan bahwa sampai pada titik akhir, kita keukeh tidak memundurkan kaki setapak pun darinya. Dan kebanggaan semacam itu, tentu saja, tidak lahir dari fatalisme yang pasrah menerima nasib apa adanya, namun lahir dari keberanian melawan dan memberontak, untuk mengafirmasi kehidupan seutuhnya — meskipun tidak ada masa depan di dalamnya.

Amor fati: yang tragis dan yang manis, yang ~

~ ah jancuk, lupa matiin kompor! []

* * * * *

— Daftar Lagu OK Computer OKNOTOK 1997 2017

Disc 1
1) Airbag
2) Paranoid Android
3) Subterranean Homesick Alien
4) Exit Music (For a Film)
5) Let Down
6) Karma Police
7) Fitter Happier
8) Electioneering
9) Climbing Up the Walls
10) No Surprises
11) Lucky
12) The Tourist

Disc 2
1) I Promise [Previously unreleased]
2) Man of War [Previously unreleased]
3) Lift [Previously unreleased]
4) Lull
5) Meeting in the Aisle
6) Melatonin
7) A Reminder
8) Polyethylene (Parts 1 & 2)
9) Pearly*
10) Palo Alto
11) How I Made My Millions

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s