Marmozets: “The Weird and Wonderful Marmozets” (2014)

MENGULAS album debut dari musisi mana pun, bagi saya, adalah momen yang serbarikuh. Sewaktu mengunduh album debut dan kemudian menyetelnya di Winamp laptop butut saya untuk pertama kalinya, selalu ada perasaan yang campur-aduk antara sinisme dan harapan saat perangkat suara mulai melantunkan trek pembukanya: asumsi bahwa album debut itu bakal langsung jatuh ke kubangan mediokritas…

Yume Bitsu: “Golden Vessyl of Sound” (2002)

YUME Bitsu — unit musik shoegaze / post-rock / psychedelic rock asal Kota Portland, Oregon, Amerika Serikat — bereksistensi selama tujuh tahun (1995-2002) di belantika musik dengan merilis empat album, dan tiga dari empat personelnya membagi waktu mereka dengan membikin banyak proyek sampingan: vokalis/gitaris Adam Forkner berkolaborasi menciptakan musik drone-rock surealis bersama Surface of Eceon;…

Sigur Rós: “( )” (2002)

( ) adalah judul album ketiga Sigur Rós — grup musik post-rock asal Islandia — yang tidak bisa dilafalkan dan dirilis pada tahun 2002. Manusia adalah makhluk kreatif, dan mereka bakal menemukan cara untuk merujuk atau mengucapkan judul album ini dalam satu atau cara lainnya. Ketika ingin menceritakan atau memberi tahu kawan saya tentang album…

Thom Yorke: “Tomorrow’s Modern Boxes” (2014)

“AS an experiment…” menjadi kalimat pembuka press release dari Thom Yorke dan produsernya, Nigel Godrich, saat meluncurkan album solo keduanya bertajuk Tomorrow’s Modern Boxes pada tahun 2014 lalu. “Eksperimen” yang dimaksud Yorke dan Godrich ini dirancang untuk memecahkan masalah yang dialami oleh industri musik sejak masa kejayaan Shawn Fanning: bagaimana caranya meyakinkan orang-orang yang hidup…

Bad Religion: “True North” (2013)

ADA beberapa momen di mana Bad Religion, grup musik “intelektual punk rock” Amerika Serikat, tampaknya telah kehilangan arah. Namun ketika orang-orang mengira bahwa Bad Religion telah terpuruk dan terkubur di bawah serangkaian upaya label rekaman major yang kacau dan habis-habisan, band asal Kota Los Angeles, California itu mengambil langkah mundur kembali ke gaya lama mereka…

Stone Temple Pilots with Chester Bennington: “High Rise (EP)” (2013)

MESKI menyukai musik grunge, saya tidak terlalu mengikuti perkembangannya. Perkenalan pertama kali saya dengan grunge adalah ketika mulai mendengarkan Pablo Honey (1993) dan The Bends (1995) — dua album awal Radiohead yang masih dikategorikan sebagai rekaman grunge — pada pertengahan 1999, serta album Nevermind (1992) dari Nirvana dan Vs. (1993) dari Pearl Jam pada tahun…

Panic! at the Disco: “A Fever You Can’t Sweat Out” (2005)

DUA puluh tahun yang lalu, siapa yang menyangka emo bisa merebut posisi punk sebagai genre musik untuk para remaja rapuh yang sedang ketakutan. Pada akhir ‘90an, sebagian besar penggemar gelombang pertama dari emo telah meninggalkan genre tersebut. Banyak grup musik emo telah bubar, sementara segelintir yang tersisa bergerak menuju genre pop-rock dengan suara musik yang…

Bob Dylan: “Triplicate” (2017)

TRIPLICATE merupakan album ketiga yang dirilis oleh Bob Dylan dalam dua tahun terakhir ini. Album ini adalah rekaman musik yang cukup panjang, terdiri dari tiba bagian (“Disc 1 – ‘Til the Sun Goes Down”, “Disc 2 – Devil Dolls”, dan “Disc 3 – Comin’ Home Late”) yang berisikan sepuluh lagu di tiap bagiannya, dan total…

Radiohead: “OK Computer OKNOTOK 1997 2017” (2017)

KETIKA berada dalam proses pematangan ide untuk menggarap album ketiganya, saya membayangkan Radiohead menghadapi jalan raya mulus yang terbentang di depan mereka — jika bukan sebuah persimpangan jalan. Pada saat itu Radiohead telah menyelesaikan tur (bersama dengan Alanis Morissette) untuk mempromosikan album kedua bertajuk The Bends (1995). Sebelumnya, Radiohead muncul secara ekstrem — layaknya sekumpulan…

Paramore: “After Laughter” (2017)

HAYLEY Williams paham bagaimana caranya memainkan peran sebagai seorang penakluk yang selalu ceria. Bahkan ketika menyanyikan kemarahan, pengkhianatan, dan kekecewaan pada tahap yang lebih besar dan dalam video technicolor selama 13 tahun terakhir, Williams selalu berhasil memproyeksikan ketenangan, gairah, dan senyum anak kecil dengan cara yang menyenangkan. Sejak masih remaja, Williams telah membawakan kecemasan pop-punk…

Explosions in the Sky: “The Wilderness” (2016)

KETIKA membincangkan hal-hal megah di blantika musik, Explosions in the Sky merupakan salah satu jenis band yang selalu ada di pikiran saya. Ada semacam kemegahan dalam setiap lagu yang dibikin oleh Explosions in the Sky, begitu juga dengan unit musiknya sendiri: tiket pertunjukan mereka di Radio Music City Hall atau ruang konser yang lebih besar…

Warpaint: “Heads Up” (2016)

WARPAINT membuka Heads Up dengan dua materi pemanasan, Whiteout dan By Your Side,  yang cukup membius kesadaran. Kedua materi pembuka itu memiliki elemen yang mirip dengan karya-karya lama Warpaint: atmosfer suram mulai memenuhi udara kamar kos saya ketika Stella Mozgawa (drumer) dan Jenny Lee Lindberg (pemain bas) mengayunkan irama memabukkan dari instrumen musik mereka, sementara…