Explosions in the Sky: “The Wilderness” (2016)

KETIKA membincangkan hal-hal megah di blantika musik, Explosions in the Sky merupakan salah satu jenis band yang selalu ada di pikiran saya. Ada semacam kemegahan dalam setiap lagu yang dibikin oleh Explosions in the Sky, begitu juga dengan unit musiknya sendiri: tiket pertunjukan mereka di Radio Music City Hall atau ruang konser yang lebih besar…

Warpaint: “Heads Up” (2016)

WARPAINT membuka Heads Up dengan dua materi pemanasan, Whiteout dan By Your Side,  yang cukup membius kesadaran. Kedua materi pembuka itu memiliki elemen yang mirip dengan karya-karya lama Warpaint: atmosfer suram mulai memenuhi udara kamar kos saya ketika Stella Mozgawa (drumer) dan Jenny Lee Lindberg (pemain bas) mengayunkan irama memabukkan dari instrumen musik mereka, sementara…

Radiohead: “I Promise” (2017)

Musik terbaik sepertinya memang bisa menghentikan atau mengendalikan laju waktu. Dengan single terbarunya, I Promise, Radiohead melanjutkan kebiasaan untuk bepergian menembus ruang dan waktu. Radiohead memang sering merekam ulang materi lama untuk dirilis dalam rekaman baru di kanon mereka, namun lagu True Love Waits dari album A Moon Shaped Pool yang dirilis tahun lalu, merupakan…

Daughter: “Not to Disappear” (2016)

SAYA jarang mendapati kesedihan dari patah hati bisa terdengar seksi kecuali ketika dinyanyikan dengan begitu tulus oleh Elena Tonra, seorang vokalis-gitaris dari unit musik bernama Daughter yang berbasis di London, Inggris. Tonra dan dua personil Daughter lainnya (Igor Haefeli dan Remi Aguilella) adalah kombinasi unik yang ahli dalam menyusun lanskap sonik dingin yang subur dan…

#DaftarPutar, part three: comfortable songs from 1997

TIDAK bisa tidak, selain momen di mana Juventus merajai Serie A Italia untuk ke-24 kalinya, topik yang selalu ada di kepala saya ketika mengingat-ingat dan membincangkan tahun 1997 adalah OK Computer (1997), sebuah konsep album dari Radiohead dengan tema yang merefleksikan ketakutan dan kegelisahan terhadap sebuah dunia yang bakal dijalankan oleh komputer dan diungkapkan secara…

#DaftarPutar, part two: acquiesce anything that has passed

DESEMBER sudah nyaris habis. Kontemplasi coba dilakukan, resolusi kemudian dikoar-koarkan. Semuanya bertekad menjadi pribadi yang baru dan lebih baik dari sebelumnya, namun sepertinya tidak ada yang cukup berani (atau sinting) untuk mencoba menjadi berbeda dari kebanyakan, untuk sesekali melenceng dari kewajaran dan rutinitas harian — meski cuma sebentar saja. Semuanya mencoba melupakan setiap rasa sakit…

#DaftarPutar, part one: 30 Day Music Challenge

BELAKANGAN ini banyak sekali tagar challenge di media-sosial, salah satunya adalah #30DayMusicChallenge ini. Entah siapa yang pertama kali memulai tagar challenge yang satu ini, namun yang jelas banyak kawan saya yang ikut menyemarakkannya — berbagai judul lagu pun akhirnya seliweran di timeline akun media-sosial saya. Dan, entah apa yang ada di dalam batok kepala mereka,…

Efek Rumah Kaca: “Sinestesia” (2015)

PADA pertengahan Desember tahun kemarin, ketika 2015 sudah bersiap menutup dirinya sendiri bersama segala macam kenangan yang telah terlewati, Efek Rumah Kaca — unit musik yang digawangi oleh Cholil Mahmud, Akbar Bagus Sudibyo, dan Adrian Yunan Faisal — merilis album ketiganya dalam tajuk Sinestesia tanpa pengumuman, tanpa ingar-bingar, tanpa perayaan yang dilebih-lebihkan. Ini merupakan album…

Radiohead: “Hail to the Thief” (2003)

ALBUM keenam Radiohead yang bertajuk Hail to the Thief adalah karya musik anak zamannya sendiri, sebuah masterpiece yang dilahirkan dengan ciri dan kemarahan yang khas pada momen itu: direkam pada akhir tahun 2002, ketika Pemerintahan Inggris dan Amerika Serikat sedang mempersiapkan tentaranya untuk menyerbu Irak di mana Thom Yorke — vokalis Radiohead yang punya postur…

Godspeed You! Black Emperor: “Asunder, Sweet and Other Distress” (2015)

Dimulai dengan semacam upaya untuk mengumpulkan kekuatan magis dengan khidmat: thunderous guitars, summoning drums, dan acquiescent violin. Kemudian salah satu gitar mencoba untuk mengambil-alih kendali, namun gitar lainnya menolak; melodi nakal mulai terdengar, bercampur dengan alunan nada khas Timur Tengah; kemudian disusul suara lainnya, feminin dan rekonsiliasi, mencoba mengurangi ketegangan. Lantas suara gitarnya kembali tenang,…

Cabrini Asteriska Widiantini: “Distance” (2015)

BARU kemarin malam saya akhirnya memantapkan diri untuk mengunduh debut album Cabrini Asteriska Widiantini bertajuk Distance setelah terhipnotis oleh suara merdunya di akun Soundcloud miliknya sejak dua tahun yang lalu. Mustahil rasanya untuk tidak terhanyut dalam suara seorang bidadari macam Asteriska ini, dan ketika untuk pertama kalinya mendengarkan delapan materi di album perdananya kemarin malam,…

Radiohead: “A Moon Shaped Pool” (2016)

RADIOHEAD, yang menamai album studio kesembilannya dengan A Moon Shaped Pool, memiliki pemahaman unik perihal betapa mudahnya keistimewaan bisa tergelincir menjadi banalitas. Musik Radiohead terobsesi dengan titik di mana kebenaran mengeras menjadi omong kosong klise, di mana kemurnian sengaja ditabrakkan dengan kepedihan dan keputus-asaan. Thom Yorke telah membumbui lirik-liriknya dengan klise harian yang menyiratkan bahwa…