Godspeed You! Black Emperor: “Asunder, Sweet and Other Distress” (2015)

Dimulai dengan semacam upaya untuk mengumpulkan kekuatan magis dengan khidmat: thunderous guitars, summoning drums, dan acquiescent violin. Kemudian salah satu gitar mencoba untuk mengambil-alih kendali, namun gitar lainnya menolak; melodi nakal mulai terdengar, bercampur dengan alunan nada khas Timur Tengah; kemudian disusul suara lainnya, feminin dan rekonsiliasi, mencoba mengurangi ketegangan. Lantas suara gitarnya kembali tenang,…

Cabrini Asteriska Widiantini: “Distance” (2015)

BARU kemarin malam saya akhirnya memantapkan diri untuk mengunduh debut album Cabrini Asteriska Widiantini bertajuk Distance setelah terhipnotis oleh suara merdunya di akun Soundcloud miliknya sejak dua tahun yang lalu. Mustahil rasanya untuk tidak terhanyut dalam suara seorang bidadari macam Asteriska ini, dan ketika untuk pertama kalinya mendengarkan delapan materi di album perdananya kemarin malam,…

Radiohead: “A Moon Shaped Pool” (2016)

RADIOHEAD, yang menamai album studio kesembilannya dengan A Moon Shaped Pool, memiliki pemahaman unik perihal betapa mudahnya keistimewaan bisa tergelincir menjadi banalitas. Musik Radiohead terobsesi dengan titik di mana kebenaran mengeras menjadi omong kosong klise, di mana kemurnian sengaja ditabrakkan dengan kepedihan dan keputus-asaan. Thom Yorke telah membumbui lirik-liriknya dengan klise harian yang menyiratkan bahwa…

Kurt Cobain: “Montage of Heck: The Home Recordings” (2015)

MENANGGAPI respons positif terhadap film dokumenter terbarunya, Kurt Cobain: Montage of Heck (2015), Brett Morgen merilis Montage of Heck: The Home Recordings yang berisikan materi home recording Kurt Cobain antara tahun 1987 sampai 1994. Morgen dalam satu wawancara menegaskan bahwa album ini bukan hanya sekadar album kompilasi, melainkan juga “sebuah konsep album tentang perjalanan dan…

Efek Rumah Kaca: “Pasar Bisa Diciptakan” (2015)

UNIT musik bernama Efek Rumah Kaca yang digawangi oleh Cholil Mahmud, Akbar Bagus Sudibyo, dan Adrian Yunan Faisal terbentuk pada tahun 2005 silam dengan dua rilisan album bertajuk Efek Rumah Kaca (2007) dan Kamar Gelap (2008). Saya sudah lupa di mana dan kapan pertama kalinya mendengarkan lagu-lagu dari Efek Rumah Kaca, namun yang masih jelas…

Chumbawamba: “Tubthumper” (1997)

SEBELAS tahun setelah merilis album perdananya, Chumbawamba akhirnya berevolusi dari grup musik anarcho-punk dengan lirik-lirik bertemakan pemberontakan proletariat menjadi sebuah unit musik yang menggandeng perusahaan rekaman mainstream (EMI/Universal Records) untuk memproduksi 12 lagu pop-dansa bertajuk Tubthumper pada tahun 1997. Materi dalam album ini didominasi oleh suara power chords elektronik yang cukup meriah dan Chumbawamba telah…

Jet: “Shine On” (2006)

KETIKA pertama kali mendengarkannya semasa SMA dulu, musik yang disajikan Jet terasa indah dengan kombinasi yang pas antara hentakan distorsi dan warna suara vokalisnya. Cester Bersaudara (Nic dan Chris) yang menjadi pentolan Jet seperti antipode dari Noel dan Liam Gallagher dari Oasis. Album debut Jet, Get Born (2003), adalah sebuah karya musik yang brilian dan…

Eva Celia: “Tak ‘Kan Ada Cinta Yang Lain” (2014)

JUJUR saja. Terlalu banyak hari di mana rindu tidak lebih penting ketimbang membudak demi sekaleng-dua susu formula yang harganya bikin mampus itu. Bahkan bisa jadi tidak lebih penting dibandingkan rutinitas mengupdate tulisan di media-sosial dan blog pribadi. Dan segala tentang (me)rindu(mu), jika boleh, tolong diberhentikan di sini saja. Jangan ada lagi kenangan: tanpa rindu, tanpa…

Radiohead: “OK Computer” (1997)

THOM Yorke selamat dari kematian grunge di pertengahan ‘90an dengan seluruh kecemasan dan kekecewaannya. Sejak saat itu, (musikalitas) Yorke dan band-nya, Radiohead, terus berproses menuju sesuatu yang bisa dibilang rumit namun terdengar lebih syahdu, lebih matang, dan lebih brilian. Radiohead merupakan salah satu grup musik berbasis distorsi gitar dari era ‘90an yang telah mengalami pertumbuhan…

Chumbawamba: “Pictures of Starving Children Sell Records” (1986)

SATU dekade sebelum merilis Tubthumping, sebuah lagu tentang konsumsi alkohol tanpa henti yang membikin stadion olahraga di seluruh dunia bergemuruh dan berjoget dalam iringan irama musik dance-pop (yang sekaligus juga membuka pintu popularitas dan kesuksesan mainstream), Chumbawamba masih bergelut dalam scene kultur-tandingan di Inggris. Pada tahun 1986, ketika seluruh dunia merayakan tampilan baru dan lebih…

Frau: “Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa” (2010)

Di gigir yang curam dan dunia tertinggal gelap membeku, sungguh peta melesap dan udara yang terbakar, jauh. LANTUNAN melodi piano membuka Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa dengan lirih, kelam, mistis, pedih, dan sendu sesendu-sendunya. Frau, yang berduet dengan Ugoran Prasad (vokalis Melancholic Bitch), saling bersahutan dengan penuh khidmat menyanyikan bait demi bait…

Radiohead: “Pablo Honey” (1993)

BERKEDIP dari materi sensasional berjudul Creep yang berisikan lirik paling muram dalam menertawakan diri sendiri yang pernah saya dengar, debut album Radiohead bertajuk Pablo Honey berisikan segala sesuatu tentang orang Inggris yang tidak tahu malu — “kesombongan” yang sepenuhnya dipengaruhi oleh lengkungan Anglo-Saxon. Lima pemuda asal Oxfordshire, Inggris, ini muncul secara ekstrem dengan tiga gitar…