Explosions in the Sky: “The Wilderness” (2016)

KETIKA membincangkan hal-hal megah di blantika musik, Explosions in the Sky merupakan salah satu jenis band yang selalu ada di pikiran saya. Ada semacam kemegahan dalam setiap lagu yang dibikin oleh Explosions in the Sky, begitu juga dengan unit musiknya sendiri: tiket pertunjukan mereka di Radio Music City Hall atau ruang konser yang lebih besar…

Warpaint: “Heads Up” (2016)

WARPAINT membuka Heads Up dengan dua materi pemanasan, Whiteout dan By Your Side,  yang cukup membius kesadaran. Kedua materi pembuka itu memiliki elemen yang mirip dengan karya-karya lama Warpaint: atmosfer suram mulai memenuhi udara kamar kos saya ketika Stella Mozgawa (drumer) dan Jenny Lee Lindberg (pemain bas) mengayunkan irama memabukkan dari instrumen musik mereka, sementara…

Daughter: “Not to Disappear” (2016)

SAYA jarang mendapati kesedihan dari patah hati bisa terdengar seksi kecuali ketika dinyanyikan dengan begitu tulus oleh Elena Tonra, seorang vokalis-gitaris dari unit musik bernama Daughter yang berbasis di London, Inggris. Tonra dan dua personil Daughter lainnya (Igor Haefeli dan Remi Aguilella) adalah kombinasi unik yang ahli dalam menyusun lanskap sonik dingin yang subur dan…

Radiohead: “A Moon Shaped Pool” (2016)

RADIOHEAD, yang menamai album studio kesembilannya dengan A Moon Shaped Pool, memiliki pemahaman unik perihal betapa mudahnya keistimewaan bisa tergelincir menjadi banalitas. Musik Radiohead terobsesi dengan titik di mana kebenaran mengeras menjadi omong kosong klise, di mana kemurnian sengaja ditabrakkan dengan kepedihan dan keputus-asaan. Thom Yorke telah membumbui lirik-liriknya dengan klise harian yang menyiratkan bahwa…