Paramore: “After Laughter” (2017)

HAYLEY Williams paham bagaimana caranya memainkan peran sebagai seorang penakluk yang selalu ceria. Bahkan ketika menyanyikan kemarahan, pengkhianatan, dan kekecewaan pada tahap yang lebih besar dan dalam video technicolor selama 13 tahun terakhir, Williams selalu berhasil memproyeksikan ketenangan, gairah, dan senyum anak kecil dengan cara yang menyenangkan. Sejak masih remaja, Williams telah membawakan kecemasan pop-punk…

Explosions in the Sky: “The Wilderness” (2016)

KETIKA membincangkan hal-hal megah di blantika musik, Explosions in the Sky merupakan salah satu jenis band yang selalu ada di pikiran saya. Ada semacam kemegahan dalam setiap lagu yang dibikin oleh Explosions in the Sky, begitu juga dengan unit musiknya sendiri: tiket pertunjukan mereka di Radio Music City Hall atau ruang konser yang lebih besar…

Warpaint: “Heads Up” (2016)

WARPAINT membuka Heads Up dengan dua materi pemanasan, Whiteout dan By Your Side,  yang cukup membius kesadaran. Kedua materi pembuka itu memiliki elemen yang mirip dengan karya-karya lama Warpaint: atmosfer suram mulai memenuhi udara kamar kos saya ketika Stella Mozgawa (drumer) dan Jenny Lee Lindberg (pemain bas) mengayunkan irama memabukkan dari instrumen musik mereka, sementara…

Daughter: “Not to Disappear” (2016)

SAYA jarang mendapati kesedihan dari patah hati bisa terdengar seksi kecuali ketika dinyanyikan dengan begitu tulus oleh Elena Tonra, seorang vokalis-gitaris dari unit musik bernama Daughter yang berbasis di London, Inggris. Tonra dan dua personil Daughter lainnya (Igor Haefeli dan Remi Aguilella) adalah kombinasi unik yang ahli dalam menyusun lanskap sonik dingin yang subur dan…

Belle and Sebastian: “Girls in Peacetime Want to Dance” (2015)

TUJUH tahun adalah periode lamanya waktu vokalis Belle and Sebastian, Stuart Murdoch, menderita sindrom kelelahan kronis, sebuah penyakit menyusahkan yang tidak bisa disembuhkan dengan penanganan medis yang sepele. Sindrom kelelahan kronis membikin penderitanya merasa lelah sepanjang waktu, namun tidur atau istirahat tidak banyak membantu untuk menghilangkannya; penderita sindrom ini tidak sanggup melakukan pekerjaan satu pun…

Efek Rumah Kaca: “Sinestesia” (2015)

PADA pertengahan Desember tahun kemarin, ketika 2015 sudah bersiap menutup dirinya sendiri bersama segala macam kenangan yang telah terlewati, Efek Rumah Kaca — unit musik yang digawangi oleh Cholil Mahmud, Akbar Bagus Sudibyo, dan Adrian Yunan Faisal — merilis album ketiganya dalam tajuk Sinestesia tanpa pengumuman, tanpa ingar-bingar, tanpa perayaan yang dilebih-lebihkan. Ini merupakan album…

Radiohead: “Hail to the Thief” (2003)

ALBUM keenam Radiohead yang bertajuk Hail to the Thief adalah karya musik anak zamannya sendiri, sebuah masterpiece yang dilahirkan dengan ciri dan kemarahan yang khas pada momen itu: direkam pada akhir tahun 2002, ketika Pemerintahan Inggris dan Amerika Serikat sedang mempersiapkan tentaranya untuk menyerbu Irak di mana Thom Yorke — vokalis Radiohead yang punya postur…

Godspeed You! Black Emperor: “Asunder, Sweet and Other Distress” (2015)

Dimulai dengan semacam upaya untuk mengumpulkan kekuatan magis dengan khidmat: thunderous guitars, summoning drums, dan acquiescent violin. Kemudian salah satu gitar mencoba untuk mengambil-alih kendali, namun gitar lainnya menolak; melodi nakal mulai terdengar, bercampur dengan alunan nada khas Timur Tengah; kemudian disusul suara lainnya, feminin dan rekonsiliasi, mencoba mengurangi ketegangan. Lantas suara gitarnya kembali tenang,…

Cabrini Asteriska Widiantini: “Distance” (2015)

BARU kemarin malam saya akhirnya memantapkan diri untuk mengunduh debut album Cabrini Asteriska Widiantini bertajuk Distance setelah terhipnotis oleh suara merdunya di akun Soundcloud miliknya sejak dua tahun yang lalu. Mustahil rasanya untuk tidak terhanyut dalam suara seorang bidadari macam Asteriska ini, dan ketika untuk pertama kalinya mendengarkan delapan materi di album perdananya kemarin malam,…

Radiohead: “A Moon Shaped Pool” (2016)

RADIOHEAD, yang menamai album studio kesembilannya dengan A Moon Shaped Pool, memiliki pemahaman unik perihal betapa mudahnya keistimewaan bisa tergelincir menjadi banalitas. Musik Radiohead terobsesi dengan titik di mana kebenaran mengeras menjadi omong kosong klise, di mana kemurnian sengaja ditabrakkan dengan kepedihan dan keputus-asaan. Thom Yorke telah membumbui lirik-liriknya dengan klise harian yang menyiratkan bahwa…

Chumbawamba: “Tubthumper” (1997)

SEBELAS tahun setelah merilis album perdananya, Chumbawamba akhirnya berevolusi dari grup musik anarcho-punk dengan lirik-lirik bertemakan pemberontakan proletariat menjadi sebuah unit musik yang menggandeng perusahaan rekaman mainstream (EMI/Universal Records) untuk memproduksi 12 lagu pop-dansa bertajuk Tubthumper pada tahun 1997. Materi dalam album ini didominasi oleh suara power chords elektronik yang cukup meriah dan Chumbawamba telah…

Jet: “Shine On” (2006)

KETIKA pertama kali mendengarkannya semasa SMA dulu, musik yang disajikan Jet terasa indah dengan kombinasi yang pas antara hentakan distorsi dan warna suara vokalisnya. Cester Bersaudara (Nic dan Chris) yang menjadi pentolan Jet seperti antipode dari Noel dan Liam Gallagher dari Oasis. Album debut Jet, Get Born (2003), adalah sebuah karya musik yang brilian dan…