Marmozets: “The Weird and Wonderful Marmozets” (2014)

MENGULAS album debut dari musisi mana pun, bagi saya, adalah momen yang serbarikuh. Sewaktu mengunduh album debut dan kemudian menyetelnya di Winamp laptop butut saya untuk pertama kalinya, selalu ada perasaan yang campur-aduk antara sinisme dan harapan saat perangkat suara mulai melantunkan trek pembukanya: asumsi bahwa album debut itu bakal langsung jatuh ke kubangan mediokritas…

Radiohead: “OK Computer OKNOTOK 1997 2017” (2017)

KETIKA berada dalam proses pematangan ide untuk menggarap album ketiganya, saya membayangkan Radiohead menghadapi jalan raya mulus yang terbentang di depan mereka — jika bukan sebuah persimpangan jalan. Pada saat itu Radiohead telah menyelesaikan tur (bersama dengan Alanis Morissette) untuk mempromosikan album kedua bertajuk The Bends (1995). Sebelumnya, Radiohead muncul secara ekstrem — layaknya sekumpulan…

Radiohead: “Hail to the Thief” (2003)

ALBUM keenam Radiohead yang bertajuk Hail to the Thief adalah karya musik anak zamannya sendiri, sebuah masterpiece yang dilahirkan dengan ciri dan kemarahan yang khas pada momen itu: direkam pada akhir tahun 2002, ketika Pemerintahan Inggris dan Amerika Serikat sedang mempersiapkan tentaranya untuk menyerbu Irak di mana Thom Yorke — vokalis Radiohead yang punya postur…

Jet: “Shine On” (2006)

KETIKA pertama kali mendengarkannya semasa SMA dulu, musik yang disajikan Jet terasa indah dengan kombinasi yang pas antara hentakan distorsi dan warna suara vokalisnya. Cester Bersaudara (Nic dan Chris) yang menjadi pentolan Jet seperti antipode dari Noel dan Liam Gallagher dari Oasis. Album debut Jet, Get Born (2003), adalah sebuah karya musik yang brilian dan…

Radiohead: “OK Computer” (1997)

THOM Yorke selamat dari kematian grunge di pertengahan ‘90an dengan seluruh kecemasan dan kekecewaannya. Sejak saat itu, (musikalitas) Yorke dan band-nya, Radiohead, terus berproses menuju sesuatu yang bisa dibilang rumit namun terdengar lebih syahdu, lebih matang, dan lebih brilian. Radiohead merupakan salah satu grup musik berbasis distorsi gitar dari era ‘90an yang telah mengalami pertumbuhan…

Chumbawamba: “Pictures of Starving Children Sell Records” (1986)

SATU dekade sebelum merilis Tubthumping, sebuah lagu tentang konsumsi alkohol tanpa henti yang membikin stadion olahraga di seluruh dunia bergemuruh dan berjoget dalam iringan irama musik dance-pop (yang sekaligus juga membuka pintu popularitas dan kesuksesan mainstream), Chumbawamba masih bergelut dalam scene kultur-tandingan di Inggris. Pada tahun 1986, ketika seluruh dunia merayakan tampilan baru dan lebih…

Radiohead: “Pablo Honey” (1993)

BERKEDIP dari materi sensasional berjudul Creep yang berisikan lirik paling muram dalam menertawakan diri sendiri yang pernah saya dengar, debut album Radiohead bertajuk Pablo Honey berisikan segala sesuatu tentang orang Inggris yang tidak tahu malu — “kesombongan” yang sepenuhnya dipengaruhi oleh lengkungan Anglo-Saxon. Lima pemuda asal Oxfordshire, Inggris, ini muncul secara ekstrem dengan tiga gitar…

Radiohead: “Exit Music (For a Film)” (1997)

Wake from your sleep, the drying of your tears. Today we escape, we escape. Pack and get dressed before your father hears us, before all hell breaks loose. BENING sekaligus suwung. Saya bisa merasakannya melayang-layang seolah kehilangan pijakan namun juga penuh keyakinan perihal jalannya. Sang vokalis, lelaki dengan postur relatif pendek bagi ukuran orang-orang Eropa,…

Radiohead: “The Bends” (1995)

KEBANYAKAN grup musik memutuskan untuk tetap tinggal di dalam zona nyaman mereka, namun Radiohead malah memilih untuk mengambil satu lanskap musik, bermain-main dan menari di atasnya, lantas mendobrak segala batasan yang ada dan melampaui zona kenyamanan yang telah mereka bangun sebelumnya, untuk kemudian mengukir kesan unik dan megah bagi siapa saja yang telah mendengarkan karya-karya…