Yume Bitsu: “Golden Vessyl of Sound” (2002)

YUME Bitsu — unit musik shoegaze / post-rock / psychedelic rock asal Kota Portland, Oregon, Amerika Serikat — bereksistensi selama tujuh tahun (1995-2002) di belantika musik dengan merilis empat album, dan tiga dari empat personelnya membagi waktu mereka dengan membikin banyak proyek sampingan: vokalis/gitaris Adam Forkner berkolaborasi menciptakan musik drone-rock surealis bersama Surface of Eceon;…

Bad Religion: “True North” (2013)

ADA beberapa momen di mana Bad Religion, grup musik “intelektual punk rock” Amerika Serikat, tampaknya telah kehilangan arah. Namun ketika orang-orang mengira bahwa Bad Religion telah terpuruk dan terkubur di bawah serangkaian upaya label rekaman major yang kacau dan habis-habisan, band asal Kota Los Angeles, California itu mengambil langkah mundur kembali ke gaya lama mereka…

Stone Temple Pilots with Chester Bennington: “High Rise (EP)” (2013)

MESKI menyukai musik grunge, saya tidak terlalu mengikuti perkembangannya. Perkenalan pertama kali saya dengan grunge adalah ketika mulai mendengarkan Pablo Honey (1993) dan The Bends (1995) — dua album awal Radiohead yang masih dikategorikan sebagai rekaman grunge — pada pertengahan 1999, serta album Nevermind (1992) dari Nirvana dan Vs. (1993) dari Pearl Jam pada tahun…

Panic! at the Disco: “A Fever You Can’t Sweat Out” (2005)

DUA puluh tahun yang lalu, siapa yang menyangka emo bisa merebut posisi punk sebagai genre musik untuk para remaja rapuh yang sedang ketakutan. Pada akhir ‘90an, sebagian besar penggemar gelombang pertama dari emo telah meninggalkan genre tersebut. Banyak grup musik emo telah bubar, sementara segelintir yang tersisa bergerak menuju genre pop-rock dengan suara musik yang…

Bob Dylan: “Triplicate” (2017)

TRIPLICATE merupakan album ketiga yang dirilis oleh Bob Dylan dalam dua tahun terakhir ini. Album ini adalah rekaman musik yang cukup panjang, terdiri dari tiba bagian (“Disc 1 – ‘Til the Sun Goes Down”, “Disc 2 – Devil Dolls”, dan “Disc 3 – Comin’ Home Late”) yang berisikan sepuluh lagu di tiap bagiannya, dan total…

Paramore: “After Laughter” (2017)

HAYLEY Williams paham bagaimana caranya memainkan peran sebagai seorang penakluk yang selalu ceria. Bahkan ketika menyanyikan kemarahan, pengkhianatan, dan kekecewaan pada tahap yang lebih besar dan dalam video technicolor selama 13 tahun terakhir, Williams selalu berhasil memproyeksikan ketenangan, gairah, dan senyum anak kecil dengan cara yang menyenangkan. Sejak masih remaja, Williams telah membawakan kecemasan pop-punk…

Explosions in the Sky: “The Wilderness” (2016)

KETIKA membincangkan hal-hal megah di blantika musik, Explosions in the Sky merupakan salah satu jenis band yang selalu ada di pikiran saya. Ada semacam kemegahan dalam setiap lagu yang dibikin oleh Explosions in the Sky, begitu juga dengan unit musiknya sendiri: tiket pertunjukan mereka di Radio Music City Hall atau ruang konser yang lebih besar…

Warpaint: “Heads Up” (2016)

WARPAINT membuka Heads Up dengan dua materi pemanasan, Whiteout dan By Your Side,  yang cukup membius kesadaran. Kedua materi pembuka itu memiliki elemen yang mirip dengan karya-karya lama Warpaint: atmosfer suram mulai memenuhi udara kamar kos saya ketika Stella Mozgawa (drumer) dan Jenny Lee Lindberg (pemain bas) mengayunkan irama memabukkan dari instrumen musik mereka, sementara…

Kurt Cobain: “Montage of Heck: The Home Recordings” (2015)

MENANGGAPI respons positif terhadap film dokumenter terbarunya, Kurt Cobain: Montage of Heck (2015), Brett Morgen merilis Montage of Heck: The Home Recordings yang berisikan materi home recording Kurt Cobain antara tahun 1987 sampai 1994. Morgen dalam satu wawancara menegaskan bahwa album ini bukan hanya sekadar album kompilasi, melainkan juga “sebuah konsep album tentang perjalanan dan…