Paramore: “After Laughter” (2017)

HAYLEY Williams paham bagaimana caranya memainkan peran sebagai seorang penakluk yang selalu ceria. Bahkan ketika menyanyikan kemarahan, pengkhianatan, dan kekecewaan pada tahap yang lebih besar dan dalam video technicolor selama 13 tahun terakhir, Williams selalu berhasil memproyeksikan ketenangan, gairah, dan senyum anak kecil dengan cara yang menyenangkan. Sejak masih remaja, Williams telah membawakan kecemasan pop-punk…

Explosions in the Sky: “The Wilderness” (2016)

KETIKA membincangkan hal-hal megah di blantika musik, Explosions in the Sky merupakan salah satu jenis band yang selalu ada di pikiran saya. Ada semacam kemegahan dalam setiap lagu yang dibikin oleh Explosions in the Sky, begitu juga dengan unit musiknya sendiri: tiket pertunjukan mereka di Radio Music City Hall atau ruang konser yang lebih besar…

Warpaint: “Heads Up” (2016)

WARPAINT membuka Heads Up dengan dua materi pemanasan, Whiteout dan By Your Side,  yang cukup membius kesadaran. Kedua materi pembuka itu memiliki elemen yang mirip dengan karya-karya lama Warpaint: atmosfer suram mulai memenuhi udara kamar kos saya ketika Stella Mozgawa (drumer) dan Jenny Lee Lindberg (pemain bas) mengayunkan irama memabukkan dari instrumen musik mereka, sementara…

Kurt Cobain: “Montage of Heck: The Home Recordings” (2015)

MENANGGAPI respons positif terhadap film dokumenter terbarunya, Kurt Cobain: Montage of Heck (2015), Brett Morgen merilis Montage of Heck: The Home Recordings yang berisikan materi home recording Kurt Cobain antara tahun 1987 sampai 1994. Morgen dalam satu wawancara menegaskan bahwa album ini bukan hanya sekadar album kompilasi, melainkan juga “sebuah konsep album tentang perjalanan dan…