Paramore: “After Laughter” (2017)

HAYLEY Williams paham bagaimana caranya memainkan peran sebagai seorang penakluk yang selalu ceria. Bahkan ketika menyanyikan kemarahan, pengkhianatan, dan kekecewaan pada tahap yang lebih besar dan dalam video technicolor selama 13 tahun terakhir, Williams selalu berhasil memproyeksikan ketenangan, gairah, dan senyum anak kecil dengan cara yang menyenangkan. Sejak masih remaja, Williams telah membawakan kecemasan pop-punk…

Explosions in the Sky: “The Wilderness” (2016)

KETIKA membincangkan hal-hal megah di blantika musik, Explosions in the Sky merupakan salah satu jenis band yang selalu ada di pikiran saya. Ada semacam kemegahan dalam setiap lagu yang dibikin oleh Explosions in the Sky, begitu juga dengan unit musiknya sendiri: tiket pertunjukan mereka di Radio Music City Hall atau ruang konser yang lebih besar…

Warpaint: “Heads Up” (2016)

WARPAINT membuka Heads Up dengan dua materi pemanasan, Whiteout dan By Your Side,  yang cukup membius kesadaran. Kedua materi pembuka itu memiliki elemen yang mirip dengan karya-karya lama Warpaint: atmosfer suram mulai memenuhi udara kamar kos saya ketika Stella Mozgawa (drumer) dan Jenny Lee Lindberg (pemain bas) mengayunkan irama memabukkan dari instrumen musik mereka, sementara…

Radiohead: “I Promise” (2017)

Musik terbaik sepertinya memang bisa menghentikan atau mengendalikan laju waktu. Dengan single terbarunya, I Promise, Radiohead melanjutkan kebiasaan untuk bepergian menembus ruang dan waktu. Radiohead memang sering merekam ulang materi lama untuk dirilis dalam rekaman baru di kanon mereka, namun lagu True Love Waits dari album A Moon Shaped Pool yang dirilis tahun lalu, merupakan…

Daughter: “Not to Disappear” (2016)

SAYA jarang mendapati kesedihan dari patah hati bisa terdengar seksi kecuali ketika dinyanyikan dengan begitu tulus oleh Elena Tonra, seorang vokalis-gitaris dari unit musik bernama Daughter yang berbasis di London, Inggris. Tonra dan dua personil Daughter lainnya (Igor Haefeli dan Remi Aguilella) adalah kombinasi unik yang ahli dalam menyusun lanskap sonik dingin yang subur dan…

Bahwa keheningan hanyalah persepsi

PADA tahun 1952, John Cage — filsuf sekaligus komposer asal Amerika Serikat — melakukan sebuah proyek observasi untuk menjawab rasa penasarannya terhadap konsep keheningan atau kesunyian atau ketiadaan bunyi/suara. Cage melakukan observasi dengan mendatangi tempat-tempat yang diharapkan bisa membuktikan adanya keheningan, namun dia malah mendapatkan hasil yang tidak diharapkannya. Dalam proyeknya itu, Cage menemukan bahwa…

#DaftarPutar, part two: acquiesce anything that has passed

DESEMBER sudah nyaris habis. Kontemplasi coba dilakukan, resolusi kemudian dikoar-koarkan. Semuanya bertekad menjadi pribadi yang baru dan lebih baik dari sebelumnya, namun sepertinya tidak ada yang cukup berani (atau sinting) untuk mencoba menjadi berbeda dari kebanyakan, untuk sesekali melenceng dari kewajaran dan rutinitas harian — meski cuma sebentar saja. Semuanya mencoba melupakan setiap rasa sakit…

Belle and Sebastian: “Girls in Peacetime Want to Dance” (2015)

TUJUH tahun adalah periode lamanya waktu vokalis Belle and Sebastian, Stuart Murdoch, menderita sindrom kelelahan kronis, sebuah penyakit menyusahkan yang tidak bisa disembuhkan dengan penanganan medis yang sepele. Sindrom kelelahan kronis membikin penderitanya merasa lelah sepanjang waktu, namun tidur atau istirahat tidak banyak membantu untuk menghilangkannya; penderita sindrom ini tidak sanggup melakukan pekerjaan satu pun…

#DaftarPutar, part one: 30 Day Music Challenge

BELAKANGAN ini banyak sekali tagar challenge di media-sosial, salah satunya adalah #30DayMusicChallenge ini. Entah siapa yang pertama kali memulai tagar challenge yang satu ini, namun yang jelas banyak kawan saya yang ikut menyemarakkannya — berbagai judul lagu pun akhirnya seliweran di timeline akun media-sosial saya. Dan, entah apa yang ada di dalam batok kepala mereka,…

Efek Rumah Kaca: “Sinestesia” (2015)

PADA pertengahan Desember tahun kemarin, ketika 2015 sudah bersiap menutup dirinya sendiri bersama segala macam kenangan yang telah terlewati, Efek Rumah Kaca — unit musik yang digawangi oleh Cholil Mahmud, Akbar Bagus Sudibyo, dan Adrian Yunan Faisal — merilis album ketiganya dalam tajuk Sinestesia tanpa pengumuman, tanpa ingar-bingar, tanpa perayaan yang dilebih-lebihkan. Ini merupakan album…

Radiohead: “Hail to the Thief” (2003)

ALBUM keenam Radiohead yang bertajuk Hail to the Thief adalah karya musik anak zamannya sendiri, sebuah masterpiece yang dilahirkan dengan ciri dan kemarahan yang khas pada momen itu: direkam pada akhir tahun 2002, ketika Pemerintahan Inggris dan Amerika Serikat sedang mempersiapkan tentaranya untuk menyerbu Irak di mana Thom Yorke — vokalis Radiohead yang punya postur…

Godspeed You! Black Emperor: “Asunder, Sweet and Other Distress” (2015)

Dimulai dengan semacam upaya untuk mengumpulkan kekuatan magis dengan khidmat: thunderous guitars, summoning drums, dan acquiescent violin. Kemudian salah satu gitar mencoba untuk mengambil-alih kendali, namun gitar lainnya menolak; melodi nakal mulai terdengar, bercampur dengan alunan nada khas Timur Tengah; kemudian disusul suara lainnya, feminin dan rekonsiliasi, mencoba mengurangi ketegangan. Lantas suara gitarnya kembali tenang,…